Preview Olimpiacos vs Arsenal, Pepe Ditantang Tampil Apik Lagi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal, Nicolas Pepe melepaskan tendangan ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Rabu, 1 Januari 2020. Skor Arsenal dicetak oleh Pepe dan  Sokratis Papastathopoulos. REUTERS/Toby Melville

    Pemain Arsenal, Nicolas Pepe melepaskan tendangan ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Rabu, 1 Januari 2020. Skor Arsenal dicetak oleh Pepe dan Sokratis Papastathopoulos. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari menjelang laga melawan Newcastle United, Ahad lalu, manajer Arsenal Mikel Arteta dicecar wartawan soal loyonya penampilan Nicolas Pepe pada musim perdananya. Padahal Arsenal membeli mahal Pepe dari Lille seharga 72 juta pound sterling, atau sekitar Rp 1,2 triliun, untuk menambah daya gedor The Gunners.

    Namun, dengan harga mahal itu, Pepe baru bikin tiga gol dan dua assist dalam 22 laga di Liga Primer Inggris. Arteta bisa memaklumi minimnya kontribusi pemain berusia 24 tahun itu. "Dia butuh waktu. Maklum, dia baru pindah ke liga paling keras di muka bumi," kata Arteta.

    Namun saat laga versus Newcastle, Pepe seketika membungkam kritik pedas terhadap dirinya. Dia berperan besar dalam kemenangan 4-0 The Gunners. Pemain lulusan akademi Angers itu bikin satu gol dan dua assist. Pepe pun jadi pemain terbaik dalam laga tersebut.

    Pendukung Arsenal tentu bisa tersenyum lebar melihat penampilan Pepe. Para pemain Meriam London pun ikut lega. Penyerang Alexandre Lacazette juga merasa bersyukur anak baru itu mulai menemukan ritme permainan terbaiknya.

    Penyerang Arsenal Alexandre Lacazette, mencetak gol ke gawang Newcastle United dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 16 Februari 2020. Action Images via Reuters/John Sibley

    Lacazette tahu betul kesulitan yang dialami Pepe. Dia pernah mengalami adaptasi berat saat pindah dari Olympique Lyon ke Arsenal pada Juli 2017. Menurut penyerang berusia 28 tahun itu, kompetisi Prancis Ligue 1 sangat berbeda dengan Liga Primer. Kesulitannya berkali lipat.

    "Ini hanya soal waktu untuk adaptasi. Selain itu, butuh dukungan moral dan kepercayaan diri untuk bisa segera bangkit. Seperti Pepe saat ini," kata Lacazette.

    Dinihari nanti, Pepe ditantang untuk melanjutkan penampilan apiknya dalam duel babak 32 besar Liga Europa melawan Olimpiacos, di Stadion Georgios Karaiskakis. Sejumlah media Inggris memprediksi Manajer Arteta akan memasang Pepe di posisi sayap kanan lagi saat melawan klub Yunani itu.

    Sejauh ini penampilan Pepe di Liga Europa lebih meyakinkan. Dalam empat kali penampilan di babak penyisihan grup, pemain berkaki kidal itu mampu mencetak dua gol dan dua assist. Walhasil, fan semakin yakin pemain berkebangsaan Pantai Gading itu bisa tampil gemilang lagi melawan Olimpiacos.

    Komentator sekaligus mantan pemain Liverpool (1978-1984), Graeme Souness, ikut memberi semangat untuk Pepe. Souness ingat betul ketika legenda hidup Arsenal, Thierry Henry, sempat tampil meragukan pada musim pertamanya di Highbury--kandang Arsenal sebelumnya.

    "Dia harus yakin bisa jadi bintang di Arsenal. Menurut saya, dia punya modal untuk jadi penerus Henry. Dia punya pergerakan dan kaki yang bagus," kata pria berusia 66 tahun itu.

    SOCCERWAY | GOAL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.