Bos Manchester United Tak Kaget Dengan Penalti Bruno Fernandes

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengaku tak kaget dengan teknik tendangan penalti Bruno Fernandes yang unik pada laga kontra Watford di Stadion Old Trafford pada Senin dini hari tadi. Menurut dia, Fernandes kerap mempraktekan teknik seperti dalam latihan.

    Meskipun berkarakter sebagai pemain yang kerap menciptakan permainan, Solskjaer menyatakan tak ragu dengan kemampuan Fernandes dalam melepaskan tendangan penalti.

    ""Saya tak meragukan seperti apa teknik penalti yang akan dia lakukan," kata Solskjaer seperti dilansir laman Manchester Evening News.

    "Dia dikenal karena kemampuannya menciptakan permainan. Dia mencetak cukup sedikit penalti dan juga telah berlatih mengambil tendangan penalti dalam beberapa hari terakhir."

    Fernandes membuka keran gol Manchester United pada laga itu dengan tendangan penaltinya. Saat melakukan penalti, dia terlihat sempat melompat terlebih dahulu sebelum akhirnya menendang bola dengan lembut ke pojok kiri gawang Watford yang dijaga Ben Foster.

    Meskipun unik, teknik lompatan Fernandes tersebut terbukti mampu mengecoh Foster. Penjaga gawang kawakan itu bergerak ke arah kanan sementara Fernandes mengarahkan bola ke kiri dan akhirnya mencetak gol.

    Tak hanya mencetak gol, Fernandes juga berperan besar terhadap dua gol Manchester United lainnya. Umpan terobosannya kepada Anthony Martial menjadi awal gol kedua skuad asuhan Solskjaer. Umpannya kepada Mason Greenwood pun membuat Manchester United menutup laga dengan kemenangan 3-0.

    Bruno Fernandes merupakan gelandang yang baru dibeli Manchester United dari Sporting Lisbon pada bursa transfer musim dingin lalu. Mereka harus merogoh kocek hingga 80 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.