Lawan Persela di Awal Liga 1 2020, Ini 3 Calon Kapten Persib

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo. (persib.co.id)

    Pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, berbicara ihwal pemain yang bakal menyandang kapten untuk kompetisi Liga 1 2020. Ada tiga pemain yang masuk dalam kriteria Robert yang cocok mengenakan ban kapten, yakni, Supardi Nasir, Dedi Kusnandar, dan Victor Igbonefo. Adapun Igbonefo memang lebih banyak ditunjuk kapten oleh Robert saat Supardi tak diturunkan dalam beberapa laga uji coba pramusim.

    "Pr-musim jadi bagus untuk merotasi, siapa yang layak menjadi pemimpin dan dihormati di tim. Jadi pemain juga bisa lebih menunjukkan tanggung jawabnya. Bagus melihat Dedi, Victor dan Supardi," kata Robert seusai memimpin latihan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Senin, 24 Februari 2020.

    Robert mengatakan masih belum memastikan siapa yang akan mengenakan ban kapten untuk laga perdana Persib di ajang Liga 1 2020, kontra Persela Lamongan, pada Ahad, 1 Maret 2020, mendatang. Pasalnya, Robert tidak bisa membocorkan nama kesebelas pemain yang akan menjadi starter di laga itu.

    "Kami mempunyai beberapa pemain yang bisa menjadi kapten dan itu tergantung siapa yang akan bermain hari Minggu nanti (melawan Persela), siapa yang akan menjadi starting eleven," ucapnya.

    Pelatih asal Belanda itu mengatakan sudah memiliki gambaran pemain yang akan diturunkan dalam laga kontra Persela nanti. Latihan Persib, kata dia, sudah lebih dikhususkan untuk melawan Persela. Di latihan pagi ini, Robert Rene Alberts melakukan pertandingan internal selama 90 menit. Tujuannya, kata dia, agar skema yang coba diterapkan Robert bisa sempurna diikuti anak asuhnya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.