Pelatih Anyar PSS Sleman Mundur, Begini Respons Seto Nurdiyantoro

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seto Nurdiyantoro. instagram.com/pssleman

    Seto Nurdiyantoro. instagram.com/pssleman

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelatih PSS Sleman, Eduardo Perez Moran, tiba-tiba mengajukan pengunduran diri dari kursi pelatih pada Senin, 24 Februari 2020.

    Kemunduran pelatih asal Spanyol itu tak urung membuat kaget banyak pihak. Bagaimana tidak, eks asisten pelatih tim nasional Indonesia Luis Milla itu baru 40 hari menukangi tim Elang Jawa.

    Pelatih berkepala pelontos itu pada 15 Januari 2020 lalu resmi menjabat sebagai pelatih PSS setelah ditunjuk oleh manajemen klub menggantikan posisi yang selama tiga musim terakhir dipercayakan pada pelatih Seto Nurdiyantoro.

    Lantas apa kata Seto Nurdiyantoro menanggapi kemunduran pelatih penggantinya itu?

    Seto merasa berempati dengan mundurnya Eduardo. "Sebagai sesama pelatih tentu saya berempati dengan coach Eduardo," ujanya. kepada Tempo Senin petang 24 Februari 2020.

    Mundurnya Eduardo, menurut Seto, tak lebih sebagai dinamika internal biasa dalam sepak bola. Ia juga pernah merasakan saat hengkang dari PSS sebelum akhirnya menerima pinangan menjadi pelatih bekas klubnya, PSIM Yogyakarta untuk musim 2020 ini di Liga 2.

    Seto mengatakan ia menaruh empati kepada Eduardo karena jadwal kompetisi sudah tinggal sepekan lagi bergulir. "Artinya beliau sudah bekerja maksimal selama ini. Saya hanya berharap mudah-mudahan yang terbaik untuk coach Eduardo," ujar pelatih berlisensi AFC Pro asal Kalasan Sleman itu.

    Terkait alasan Eduardo mundur karena masalah teknis kepelatihan dan performa tim seperti diungkap manajemen PSS, Seto punya pandangan sendiri sebagai orang yang pernah sangat dekat dengan Laskar Sembada.

    "Saya pikir ini bukan masalah teknis. Mungkin coach Eduardo juga bisa menjelaskan alasan mundur seperti apa. Karena ini penting juga untuk pembelajaran pelatih lain termasuk Saya pribadi," ujar Seto.

    Soal wacana yang mendesak Seto agar kembali melatih PSS, dengan adanya peluang kosongnya kursi pelatih di klub tersebut, ia memilih tak mau berkomentar. "No comment lah, bukan ranah saya," ujarnya.

    Sementara itu, Eduardo, melalui laman akun media sosialnya, mengaku sedih dengan keputusannya mundur sebagai pelatih PSS Sleman. "Tapi saya tidak setuju dengan klub tentang beberapa keputusan teknis," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO

    Catatan:
    Berita ini sudah dikoreksi karena ada kesalahan pada Senin, 24 Februari 2020, pukul 22.24 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.