Indra Sjafri Ditawari Posisi Direktur Teknik PSSI Sejak SEA Games

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indra Sjafri. ANTARA

    Indra Sjafri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengakui dirinya ditawari posisi direktur teknik oleh PSSI sejak masih menjadi pelatih tim nasional U-22 di SEA Games 2019.

    “Jadi setelah SEA Games, bahkan ketika SEA Games, Pak Ketua Umum PSSI sudah menawarkan saya di posisi itu. Akan tetapi, saya baru meng-oke-kan setelah SEA Games,” ujar Indra di Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.

    Akan tetapi, setelah menyumbangkan medali perak SEA Games 2019, Indra tidak langsung menjadi direktur teknik PSSI. Pria yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019 tersebut sempat menjadi asisten dari manajer pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong selama sekitar satu bulan.

    “Ketika selesai SEA Games, PSSI kan sudah mengontrak pelatih luar negeri. Jadi agar ada transfer ilmu dari pelatih asing ke Indonesia, PSSI membutuhkan orang-orang untuk itu. Kemudian kami rekomendasikan pelatih Nova Arianto, Alex (Alex Aldha Yudi) dan Sahari Gultom. Setelah itu, saya juga diminta karena bagaimana pun pelatih asing membutuhkan informasi timnas selama ini. Saya, kan, sudah di timnas sejak 2011, jadi saya sudah banyak memberikan informasi kepada pelatih Shin soal pemain dan sebagainya,” tutur Indra.

    Namun, dalam prosesnya, PSSI ternyata membutuhkan Indra di posisi direktur teknik. Pria asal Sumatera Barat itu diumumkan sebagai direktur teknik PSSI pada Selasa, 18 Februari 2020.

    Indra Sjafri menggantikan posisi Danurwindo yang dianggap tidak lagi dapat mengikuti ritme kerja seiring menuanya usia. “Ini menjadi proses tambahan bagi saya untuk bisa memahami sepak bola secara utuh. Setelah lama di lapangan, saya pikir ini pekerjaan yang sangat menantang dan saya suka,” ujarnya.

    Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan Indra terhadap kabar beredar yang menyebut bahwa dia digeser ke direktur teknik karena berselisih paham dengan Shin Tae-yong.

    “Tidak usah diperdebatkan lagi. Saya tidak pernah berselisih dengan pelatih Shin. Biarkan Shin bekerja dengan nyaman dan tenang. Mudah-mudahan apa yang ditargetkan PSSI bisa tercapai dan saya dukung seribu persen,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.