PSM Makassar vs Shan United, Bojan Hodak Sebut Tim Tak Tertekan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konfrensi pers menjelang laga Piala AFC 2020 antara PSM Makssar vs Shan United di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. Tempo/Irsyan

    Konfrensi pers menjelang laga Piala AFC 2020 antara PSM Makssar vs Shan United di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. Tempo/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak, mengatakan timnya mempunyai 32 pemain yang siap diturunkan ketika menjamu klub asal Myanmar, Shan United pada laga kedua fase grup H Piala AFC 2020. Laga ini akan berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu, 26 Februari 2020 pukul 15.30. Duel ini akan disiarkan di MNCTV.

    Bojan mengatakan setiap pemain mempunyai kesempatan yang sama untuk tampil sesuai kebutuhan taktik tim Pasukan Ramang. "Pada saat satu orang tidak bisa dimainkan, ada orang yang siap menggantikan, dengan kualitas dan karakter mereka, mereka juga dibutuhkan dalam pertandingan," kata juru taktik asal Kroasia ini dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta, Semanggi, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

    Pelatih berusia 48 tahun ni mengaku telah mempelajari permainan Shan United lewat video pertandingan mereka. Menurut dia, tim asal Myanmar itu mulai berkembang sejak dikalahkan Kaya Iloilo dari Filipina dengan skor 2-0 pada laga perdana Grup H Piala AFC 2020. "Saya rasa sekarang mereka tim yang jauh lebih baik, tapi mereka melewatkan kesempatan-kesempatan dan dihukum dengan satu penalti," tuturnya.

    Bojan menambahkan, berdasarkan dari rekor pertandingan, timnya tidak memiliki tekanan saat menghadapi Shan United. Ia menyebut Shan datang untuk bertanding. "Kami sendiri, kami kehilangan beberapa pemain, tapi berusaha untuk menang," kata dia.

    PSM Makassar mengincar kemenangan pada laga kedua setelah sebelumnya kalah atas Tampines Rovers dari Singapura saat bermain tandang dengan skor 1-2. Menurut Bojan, pasukan Ramang sudah melupakan hasil pada laga perdana.

    "Kami sudah melupakan pertandingan lalu, hanya fokus untuk pertandingan besok. Ketika melangkah ke lapangan yang ada hanya 11 lawan 11, hasil-hasil lalu itu tak berarti," kata Bojan Hodak.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.