Robert Pastikan Persib Tak Bisa Gunakan GBLA saat Jamu Persela

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robert Rene AlbertsPERSIB.co.id/Gregorius A.K

    Robert Rene AlbertsPERSIB.co.id/Gregorius A.K

    TEMPO.CO, Bandung - Pelatih kepala Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan Maung Bandung tak akan bisa menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), saat menjamu Persela Lamongan dalam laga perdana Liga 1 2020 pada Ahad, 1 Maret 2020, nanti.

    "Sudah dipastikan kami tidak bisa bermain di sini dan saya sudah mengatakan itu. Tapi masih berlangsung diskusi antara Persib dengan pihak otoritas untuk menggunakan ini di masa depan," ujar Robert, di Bandung, Senin, 24 Februari 2020.

    Meski begitu, Robert mengutarakan kalau stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu memang layak dijadikan kandang Persib untuk kompetisi Liga 1 2020. Menurut Robert kualitas rumput lapangan stadion GBLA memang menjadi yang terbaik di Bandung Raya.

    Dalam laga uji coba sebelumnya, saat Persib berhadapan dengan Persikabo 1973, Robert mengeluhkan kondisi lapangan GBLA lantaran kondisi rumputnya terlalu tinggi sehingga laju bola sedikit tertahan dan menyulitkan pemain kedua kesebelasan.

    "Ya kami memeriksa lapangan pagi ini dan ada perbaikan. Mereka juga menyiram lapangan lebih dulu pagi tadi, sehingga tidak terlalu kering, bola pun bisa bergerak lebih cepat. Itu suatu perbaikan dan sangat bagus," ujarnya.

    Selain GBLA, Persib stadion Si Jalak Harupat, Kabupetan Bandung pun biasanya digunakan Persib kala menggelar pertandingan resmi. Di liga 1 musim lalu, Persib memilih Si Jalak Harupat sebagai home base lantaran GBLA tidak bisa digunakan kala itu.

    Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan sudah mendaftarkan Stadion GBLA sebagai kandang ke operator Liga 1. "Iya sedang dilakukan pendaftaran," ujar Umuh.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.