Di Balik Kemenangan Manchester City di Markas Real Madrid 2-1

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, 27 Februari 2020. Real Madrid ditundukkan Manchester City 1-2. REUTERS/Sergio Perez

    Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, 27 Februari 2020. Real Madrid ditundukkan Manchester City 1-2. REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Jakarta - Kevin de Bruyne kaget bukan main. Beberapa menit menjelang laga melawan Real Madrid, dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champions, kemarin dinihari, Manajer Manchester City Pep Guardiola mendadak mengubah skema permainan City.

    Sebelumnya, sejumlah lembaga statistik sepak bola memperkirakan The Citizens bakal memainkan formasi andalannya, 4-3-3.Pun begitu yang ada di benak seluruh pemain City.

    Namun Guardiola memutuskan memakai strategi 4-4-1-1 dan 4-4-2. Uniknya, pelatih berusia 49 tahun itu memilih Bernardo Silva dan De Bruyne sebagai sepasang penyerang dalam skema dadakan tersebut.

    Keanehan lainnya, penyerang Gabriel Jesus justru diplot sebagai pemain sayap kiri. Sedangkan RiyadMahrez ditaruh sebagai pemain sayap kanan.

    "Empat tahun kami dipimpin Guardiola,(baru) hari ini kami dibuat kaget olehnya. Sungguh kami tak tahu apa yang dia rencanakan hingga laga dimulai," kata De Bruyne.

    Penyerang Manchester City Gabriel Jesus, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, 27 Februari 2020. REUTERS/Juan Medina

    Siasat Guardiola sempat berbuah petaka pada menit-menit awal pertandingan. Tampaknya Rodri Hernandez cs canggung menjalankan permainan. Tapi, di akhir cerita, City sukses besar. Manchester biru menang tipis 2-1.

    Selain menjadi kapten, De Bruynemenjadi aktor utama atas terciptanyadua gol timnya.Pertama, dia menciptakan assist untuk gol yang dicetak Jesus.Kemudian, mantan pemain Wolfsburg itu menjadi algojo gol kedua City lewat titik penalti.

    Guardiola sepertinya sudah menyiapkan betul taktiknya. Termasuk mempersiapkan De Bruyne sebagai penendang penalti.

    "Dalam latihan, saya sudah minta Bruyne berlatih penalti dan hasilnya bagus.Jadi, terima kasih gol penaltinya,Bruyne," kata bekas Manajer Barcelona itu.

    Bagi De Bruyne, satu gol ke gawang Madrid menggenapkan catatan golnya bersama City menjadi 50sejak bergabung pada 2015. Selain itu, gelandang serang tim nasional Belgia itusukses menorehkan 86 assist dalam 208 kali penampilan di semua kompetisi.

    Pemain Manchester City Bernardo Silva, Raheem Sterling dan rekan timnya memberikan tepuk tangan ke arah pendukung usai mengalahkan Real Madrid dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, 27 Februari 2020. REUTERS/Sergio Perez

    De Bruyne puas atas capaiannya tersebut. Juga hasil di Bernabeukali ini. Hasil ini akan mempermudah langkah City selanjutnya menghadapi laga leg kedua di Etihad, 18 Maret mendatang.

    "Tapi kami sadar ini baru separuh perjalanan di babak 16 besar Liga Champions.Belum lagi kami punya laga penting lainnya," kata De Bruyne.

    Maret memang menjadi bulan yang sibuk bagi City. Ahad mendatang, mereka akan menghadapi Aston Villa dalam final Piala Liga Inggris. Lalu, Kamis pekan depan, City akanbertanding melawan Sheffield Wednesday dalam laga Piala FA.

    Kemudian, Ahad berikutnya, De Bruyne cs akan melakoni laga derby versus Manchester United di Old Trafford. Tak ada lagi yang harus dipersiapkannya kecuali bersiap dengan kejutan Guardiola berikutnya.

    GOAL | GUARDIAN | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.