Laga Lawan Persebaya Ditunda, Persija Agendakan Uji Coba

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta latihan bersama. ANTARA/Michael Siahaan

    Persija Jakarta latihan bersama. ANTARA/Michael Siahaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pertandingan melawan Persebaya Surabaya ditunda, Persija Jakarta mengagendakan latihan dan uji coba untuk mengisi waktu. Seharusnya pertandingan Persija vs Persebaya pada pekan kedua Liga 1 2020 berlangsung Sabtu pekan ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, tapi ditunda demi mengindari virus corona.

    "Kami akan berlatih sambil mengembalikan kondisi para pemain yang sebelumnya cedera. Kami sudah mempunyai jadwal uji coba," kata pelatih Persija, Sergio Farias di Mes Persija, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Farias menambagkan, tim asuhannya akan melakukan uji coba menghadapi tim muda Persija. Dalam laga tersebut, pemain yang baru memiliki sedikit jam bertanding dan pemain yang baru pulih dari cedera yang lebih diprioritaskan.

    "Kami juga mengoreksi beberapa kesalahan di dalam permainan kami sebelumnya," kata Farias.

    Terkait dengan penundaan pertandingan itu, pelatih asal Brasil ini memaklumi keputusan operator liga, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan pemerintah. Menurut dia, virus corona sudah menjadi masalah dunia yang harus diwaspadai.

    "Kami sebenarnya siap untuk bertanding, tetapi kami mengikuti peraturan," kata pelatih berusia 52 tahun ini.

    PT LIB mengumumkan penundaan laga Persija versus Persebaya demi menghindari ancaman virus corona. LIB menyampaikan keputusan itu melalui surat bernomor 127/LIB-KOM/III/2020 tanggal 4 Maret 2020.

    Keputusan itu diambil berdasarkan surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta tentang peningkatan kewaspadaan terhadap virus corona pada 3 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.