Persib ke Markas Arema FC, Robert Tak Khawatirkan Aremania

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter Arema FC, Aremania. (liga-indonesia.id)

    Suporter Arema FC, Aremania. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, tak menganggap suporter Arema FC, Aremania, sebagai kendala bagi anak asuhnya saat melakoni laga tandang kontra Arema dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Ahad, 8 Maret 2020, mendatang.

    Pertandingan Arema kontra Persib diprediksi bakal disaksikan langsung puluhan ribu Aremania. Stadion Kanjuruhan yang berkapasitas 44.964 penonton itu kemungkinan besar bakal penuh.

    "Itu bukan tekanan (bagi Persib). Itu bagian dari pertandingan. Iitu hanya bagus saja atmosfer stadion dan tidak ada tekanan. Itu hanya pertandingan sepak bola saja yang disaksikan suporter. Jadi itu positif ya," kata Robert seusai memimpin latihan rutin anak asuhnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis, 5 Maret 2020.

    Bahkan, Robert pun mengapresiasi langkah Kepolisian Resor Malang yang mempersilahkan bobotoh, suporter Persib, untuk datang langsung ke Malang. Menurut Robert, suprorter datang ke stadion itu merupakan hal biasa. "Tentunya saya melihat bobotoh ingin melihat timnya dan itu positif dan jika mereka bisa masuk ke stadion (Kanjuruhan) itu hal yang normal," katanya.

    Pelatih asal Belanda itu mengatakan tak khawatir strategi yang disiapkan Persib akan terbaca oleh Arema FC yang kini ditangani mantan pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez. Menurut Robert, Gomez melatih Persib pada musim 2018 dan kini materi pemain Persib tentu berbeda dan ditangani pelatih berbeda pula. "Menurut saya, dia (Gomez) itu melatih Persib sudah lama sekali, dan satu musim di antaranya dia melatih tim lain, jadi tak masalah," ucapnya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.