PSM Vs Kaya FC Tanpa Penonton, Suporter Tetap Datangi Stadion

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertandingan Piala AFC 2020 antara PSM Makassar vs Shan United di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Pertandingan Piala AFC 2020 antara PSM Makassar vs Shan United di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - PSM Makassar akan menjamu klub Filipina, Kaya FC-Iloilo, dalam lanjutan Piala AFC 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020. Meski laga ini ditetapkan tanpa penonton, sejumlah suporter akan tetap datang ke stadion. 

    Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Suporter Gue PSM, Rio Verieza. "Tetap ke madya untuk support PSM," kata dia, Selasa, 10 Maret 2020.

    Rio mengatakan bahwa ada sekitar 50 suporter militan yang bakal tetap mendukung Pasukan Ramang dari luar stadion. "Tetap yel-yel kita di luar pastinya, yang kita tunggu-tunggu itu sebenarnya anthem-nya, itu yang wajib karena sakral buat kita," ungkap dia.

    Sebagai antisipasi terhadap virus corona membuat pertandingan Grup H Piala AFC 2020 PSM Makassar melawan wakil Filipina Kaya FC-Iloilo berlangsung tanpa penonton.

    “Adanya kebijakan pemerintah DKI Jakarta soal pencegahan virus corona membuat pihak kepolisian mengambil kebijakan untuk menggelar laga tanpa penonton,” kata media officer PSM Makassar Sulaiman Abdul Karim di Jakarta, Senin.

    Kaya FC datang ke laga tersebut sebagai pemuncak klasemen sementara Grup H dengan empat poin dari dua pertandingan. Sementara PSM bertengger di peringkat ketiga grup dengan tiga poin dari dua laga.

    Kedua tim pernah bersua di Grup H Piala AFC 2019. Ketika itu, PSM Makassar bermain imbang 1-1 di laga kandang dan menang 2-1 saat bertandang ke Filipina.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.