Liga 1: PSM Vs Barito Putera 1-1, Simak Komentar Hodak dan Djanur

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak. Instagram/@Psm_makassar

    Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak. Instagram/@Psm_makassar

    TEMPO.CO, JakartaBarito Putera mampu menahan PSM Makassar dengan skor 1-1 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2020 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

    Kedudukan 1-1 berlangsung sejak menit ke-38, ketika penyerang PSM Giancarlo Lopes Rodriges mencetak gol untuk mengubur keunggulan yang sempat dimiliki Barito Putera melalui Amrizal Umanailo tiga menit sebelumnya.

    Pelatih PSM Bojan Hodak usai laga mengaku kecewa dengan kegagalan mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

    "Pertandingan yang menarik untuk ditonton. Kita tampil dominan dan berhasil ciptakan banyak peluang meski gagal mencetak gol," katanya.

    Bojan mengakui ruang gerak gelandang serang asal Belanda, Wiljam Pluim, cukup terbatas dan beberapa kali dilanggar oleh lawannya, yang seharusnya diganjar kartu kuning.

    Hanya saja, menurut Bodan lini depan PSM juga tampil kurang maksimal terutama dalam urusan penyelesaian akhir.

    "Wiljam Pluim dilanggar beberapa kali (sasaran lawan) yang harusnya bisa mendapatkan hingga kartu kuning. Namun jika Pluim gagal memberikan umpan matang, masih ada beberapa yang bisa namun memang kita bermasalah dalam penyelesaian akhir," ujarnya.

    Pelatih Barito Putera Djajang Nurdjaman begitu bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan sesuai target mengambil poin di Makassar.

    "Cukup berat lawatan kami ke sini dan kami sudah berupaya keras meraih tiga poin meski hasilnya hanya satu. Alhamdulillah,satu poin juga bukan hasil yang buruk apalagi ini poin yang begitu penting," ujar Djanur. "Kami begitu apresiasi dengan penampilan para pemain malam ini." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.