Demi Liverpool, Dalglish Lawan Opini Musim Ini Batal demi Hukum

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool Kenny Dalglish. REUTERS/Darren Staples

    Pelatih Liverpool Kenny Dalglish. REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Kenny Dalglish, pendapat seperti yang disuarakan Alan Shearer, mantan kapten Inggris,  dan Karren Brady, wakit ketua West Ham United, yaitu menolak Liverpool dinyatakan juara jika Liga Primer Inggris disudahi prematur, adalah sebuah aib.

    Sebagai salah satu mantan pemain Liverpool yang legendaris, Kenny Dalglish meyakini Liga Primer Inggris musim kompetisi 2019-2020 ini tidak bisa disudahi begitu saja tanpa menghasilkan apa-apa, jika hal itu harus terjadi karena virus corona.

    Dalglish meminta pengelola Liga Primer Inggris untuk mengeksplor segala opsi yang bisa dimunculkan jika kompetisi harus disudahi secara prematur.

    “Akankah ada orang tanpa agenda yang benar-benar berpikir itu akan menjadi hasil yang paling masuk akal untuk menyangkal peluang Liverpool memenangi gelar, setelah tampil luar biasa selama 29 pertandingan dan unggul 25 poin, dengan sembilan pertandingan tersisa?” Dalglish menulis kolom di Sunday Post.

    “Pikiran pertama saya adalah kami harus diberi waktu untuk menyelesaikan kompetisi di halaman belakang kita sendiri. Jika itu berarti, kami harus bermain pada setiap malam kedua selama tiga pekan Mei, atau bahkan sampai Juni, maka lakukanlah,” Kenny Dalglish melanjutkan.

    Tokoh sepak bola dari Skotlandia yang selegendaris Alex Ferguson ini mengakui usulannya tersebut jauh dari ideal. Tapi, semua klub mengalaminya sehingga ada kesetaraan.

    "Yang tidak boleh terjadi adalah adanya kampanye bahwa musim kompetisi 2019-20 dinyatakan batal demi hukum," kata King Kenny Dalglish, begitu julukan legenda Liverpool ini.

    GOAL.COM | SUNDAY POST | LIVERPOOL ECHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.