Donnarumma Tanggapi Rumor Soal Akan Tinggalkan AC Milan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma. REUTERS/Stefano Rellandini

    Kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma menyatakan tidak terganggu oleh rumor-rumor bursa transfer seputar dirinya.

    Sejumlah klub besar Eropa seperti Real Madrid, PSG, dan Chelsea kerap dikait-kaitkan dengan Donnarumma, yang kontraknya di Milan akan habis tahun depan.

    "Warna Rossoneri (Merah-hitam) sangat bermakna bagi saya, karena saya tumbuh besar di ini. Saya selalu menjadi penggemar Milan dan yang dapat saya lakukan hanya memberikan yang terbaik untuk seragam ini," kata Donnarumma dalam video yang dirilis laman resmi klub.

    Ia melanjutkan, "Tujuan pribadi (saya) selalu memberikan yang terbaik dan berusaha kemasukan gol sesedikit mungkin."

    Milan saat ini menghuni peringkat ketujuh klasemen Liga Italia sebelum kompetisi itu dihentikan karena pandemi COVID-19.

    Terkait keberlanjutan kompetisi, Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora menyatakan keraguan dirinya bahwa Liga Italia dapat dilanjutkan awal Mei.

    Donnarumma sepakat dengan opini Spadafora dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan terkini di Italia.

    "Prakiraan-prakiraan yang ada membuat kami dapat melanjutkan kompetisi pada akhir April atau Mei, itu terlalu optimistis dengan situasi darurat kesehatan," kata Donnarumma.

    Seandainya kompetisi dilanjutkan pada rencana tersebut pun, kemungkinan pertandingan-pertandingan akan harus dimainkan tanpa penonton.

    "Bukannya tidak boleh berpikir demikian, namun saya juga ragu terhadap tanggal 3 Mei (sebagai tanggal dimulainya kembali kompetisi). Keputusan-keputusan kami harus beradaptasi sangat sering terhadap bencana itu," kata Donnarumma.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.