Yang Dirasakan Dybala Saat Terserang Virus Corona: Susah Bernafas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melalui cuitan di media sosial twitter penyerang Juventus Paulo Dybala dan kekasihnya Oriana Sabitini dikabarkan positif terjangkit virus corona. REUTERS

    Melalui cuitan di media sosial twitter penyerang Juventus Paulo Dybala dan kekasihnya Oriana Sabitini dikabarkan positif terjangkit virus corona. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Juventus Paulo Dybala mengungkapkan bagaimana ia mengalami kesulitan bernafas ketika terjangkit penyakit virus corona.

    Striker asal Argentina itu pada Sabtu pekan lalu menjadi salah satu dari tiga pemain Juventus yang kedapatan positif COVID-19 setelah Daniele Rugani dan Blaise Matuidi, yang keduanya tak menunjukkan gejala.

    "Sekarang aku merasa lebih baik setelah sejumlah gejala kuat," kata Dybala di kanal JVT seperti dikutip AFP, Jumat. "Beberapa hari lalu aku tak baik, aku merasa berat dan setelah lima menit bergerak aku harus berhenti karena sulit untuk bernafas."

    Dybala melanjutkan,  "Sekarang aku bisa bergerak dan berjalan untuk mencoba latihan, karena ketika aku mencoba beberapa hari lalu aku bergetar cukup banyak. Aku megap-megap mencari udara dan sebagai hasilnya aku tak bisa melakukan apa pun, setelah lima menit aku sudah merasa lelah, aku merasa badan ini berat dan otot sakit."

    Ia merasa kondisi sudah membaik. "Sekarang aku sudah baik. Tunanganku Oriana (Sabatini) juga telah melewati gejala-gejalanya," kata pemain berusia 26 tahun itu.

    Dybala telah mencetak 13 gol di semua kompetisi musim ini termasuk ketika merebut pimpinan klasemen saat melawan Inter Milan sebelum Serie A dan semua ajang olah raga ditangguhkan Italia.

    "Gol melawan Inter itu terasa sangat emosional, (Aaron) Ramsey memberi assist yang sempuran, sayang tak ada penonton di sana," kata dia.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.