Robin van Persie Bandingkan Transfer Man United dengan Liverpool

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manchester United. Reuters

    Manchester United. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Robin van Persie menyoroti perbedaan antara Manchester United dan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir ini. Mantan pemain sepak bola asal Belanda ini melihat ada jurang yang lebar antara kedua tim ini, dengan The Reds yang lebih cerdas dalam melakukan perekrutan.

    Menurut Van Persie, posisi Liverpool saat ini adalah hasil dari kebijakan transfer mereka yang lebih mengutamakan kebutuhan untuk mendukung gaya bermain pelatih Jurgen Klopp.

    Sementara itu, untuk bekas klubnya, Manchester United, Van Persie menilai hal itu tidak terjadi. Sejumlah pemain bintang didatangkan ke Old Trafford, tetapi mereka tidak bisa memberikan apa yang diharapkan.

    Robin Van Persie. Instagram/@Robinvanpersie

    Sebelum Liga Inggris dihentikan karena pandemi virus corona, Liverpool menempati puncak klasemen. Skuad asuhan Jurgen Klopp unggul 37 poin dari Man United.

    Van Persie melihat Klopp membangun timnya secara perlahan-lahan selama empat setengah tahun masa jabatannya. Ia merekrut pemain yang bisa menerapkan gaya bermainnya dengan cepat.

    Pemain Liverpool, Sadio Mane dan Mohamed Salah melakukan tos di sela laga melawan AFC Bournemouth dalam laga Liga Inggris di Stadion Anfield, 7 Maret 2020. Skuad asuhan Jurgen Klopp sempat tertinggal sebelum akhirnya membalikan keadaan setelah gol dari Mohamed Salah dan Sadio Mane. REUTERS

    Di sisi lain, dia melajutkan, United membuang banyak uang saat melakukan perekrutan pemain tanpa strategi nyata dan memberikan kegagalan.

    "Jika Anda membandingkan Manchester United dengan Liverpool. Jurgen Klopp diangkat dan pemain dipilih yang cocok dengan filosofi sepak bolanya, bukan dari motif pemasaran," kata Van Persie kepada So Foot.

    "Mereka membangun klub pada proyek olahraga pelatih. Di Manchester United mereka bertaruh pada bintang seperti Paul Pogba dan Alexis Sánchez."

    Pelatih Liverpool Jurgen Klopp. REUTERS/Peter Powell

    "Itu salah satu cara. Itu berisiko. Jika pemain seperti itu cedera atau tidak fit, seluruh tim rentan. Meski memiliki filosofi seperti Liverpool, Manchester United bukan menciptakan kekuatan kolektif yang besar."

    "Tantangan bagi Man Utd adalah melihat apakah Ole Gunnar Solskjaer dapat berhasil membangun filosofi, miliknya."

    Pelatih asal Norwegia yang sebelumnya bermain untuk Manchester United ini telah berusaha menerapkan strategi transfer setelah mengamati bursa transfer musim panas sejak kedatangannya.

    Ekspresi pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa pemain di akhir laga Liga Eropa melawan Astana di Nur-Sultan, Kazakhstan, 28 November 2019. Tim Setan Merah terpaksa takluk 1-2 di tangan FC Astana, klub Kazakhstan, dalam lanjutan Liga Europa pekan kelima. REUTERS/Pavel Mikheyev

    Menurut Van Persie, Solskjaer ingin mengisi skuadnya dengan talenta muda dengan cara dia sendiri dengan merekrut Aaron Wan-Bissaka, Daniel James dan Harry Maguire.

    Belakangan ini, Man United juga menunjukkan minatnya untuk mendapatkan pemain seperti Jadon Sancho, James Maddison dan Jack Grealish. Ketiganya bisa bergabung dalam beberapa bulan mendatang.

    Sementara itu, mantan pemain bola asal Belanda ini melihat Klopp perlahan-lahan membangun Liverpool dengan merekrut pemain seperti Sadio Mane, Mohamed Salah dan Alisson di musim panas berturut-turut.

    MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.