Latihan Daring, Pelatih Persib Kesulitan Ukur Fisik Pemain

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persib Bandung. (persib.co.id)

    Persib Bandung. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Pelatih fisik Persib Bandung Yaya Sunarya mengatakan kesulitan mengukur secara seksama kondisi fisik anak asuhnya saat diliburkan sementara akibat imbas wabah virus corona atau covid-19. Pangkal kesulitan yang dihadapi tim pelatih Persib karena tidak ada jadwal pasti kapan Liga kembali bergulir.

    "Memang dalam kondisi seperti tidak mudah melihat kondisi pemain di tengah pandemi. Kita akan tetap berkomunikasi baik melalui program latihan maupun feedback yang kita berikan," ujar Yaya, Rabu, 1 April 2020.

    Sejauh ini, pemain Maung Bandung melakukan latihan mandiri di rumahnya masing-masing. Materi latihan diberikan tim pelatih melalui video berdurasi pendek yang berisi gerakan-gerakan yang harus diterapkan para pemain Persib.

    Selain itu, Yaya pun mengatakan tetap menjalin komunikasi dengan pemainnya melalui panggilan video WhatsApp. Hal itu dilakukan guna melihat perkembangan anak asuhnya.

    "Terpenting adalah bagaimana pemain mengerti program yang diberikan. Kemudian pemain tahu bagaimana melaksanakan program itu dengan baik, karena program yang kita gulirkan tidak semata-mata berdasarkan periodesasi," katanya.

    Seluruh klub penghuni Liga 1 2020 meliburkan pemainnya termasuk Persib. Namun, kesulitan yang harus dijalani klub yakni tidak ada kepastian kapan kompetisi Liga 1 akan kembali bergulir. Walhasil, kata Yaya, materi latihan pun disesuaikan dengan opsi kemungkinan kapan Liga kembali bergulir. "Kita berusaha mengatur program yang kita berikan, bukan berdasarkan program kita sendir. Kita berikan recovery latihan, dalam satu minggu pemain membuat latihan sendiri, mereka berlomba memberikan video latihan sendiri," ucapnya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.