Matthijs de Ligt ke Manchester United? Tunggu Paca Corona Berlalu

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus Matthijs de Ligt. REUTERS/Daniele Mascolo

    Pemain Juventus Matthijs de Ligt. REUTERS/Daniele Mascolo

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United terus memonitor situasi Matthijs de Ligt setelah pemain bek tengah ini mengalami kesulitan bermain pada tahun pertamanya di Juventus.

    De Ligt pindah ke Turin dari Ajax musim lalu dengan harga transfer menakjubkan, 75 juta euro atau sekitar Rp 1,35 trilun pada musim panas lalu, setelah ia menolak tawaran dari United, Paris Saint-Germain, dan Barcelona.

    Pemain berusia 20 tahun itu menjadi salah satu pemain muda paling berbakat yang paling dicari dalam kancah sepak bola Eropa setelah menjadi kapten Ajax menembus babak semifinal Liga Champions Eropa 2018-2019.

    Tapi, De Ligt lantas gagal mempertahankan konsistensi penampilannya di Juventus. Pada musim dingin lalu, salah satu bek tengah andalan tim nasional Belanda selain Virgil van Djik ini mengungkapkan perasaan terpinggirkan sejak pindah ke Italia.  

    De Ligt kehilangan posisinya sebagai pemain starter bek tengah di Juventus dan posisinya diambil Merih Demiral selama musim dingin.

    Adapun Manchester United masih mengagumi  De Ligt dan akan tertarik dengannya jika bek tengah ini tersedia dalam bursa transfer mendatang, sekalipu agen pemainnya adalah Mino Raiola.

    Agen pemain tersohor dari Belanda keturunan Italia itu memiliki konflik secara terbuka dengan Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, berkaitan dengan masa depan kliennya yang lain, Paul Pogba.

    Tapi, agen pemain dari Matthijs de Ligt dan Paul Pogba di sisi lain dikenal memiliki hubungan baik dengan Ketua Eksekutif Manchester United, Ed Woodward.

    INDEPENDENT | FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.