Liga Ditunda, Bhayangkara FC Pastikan Kontrak Sponsor Masih Aman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakorlantas Polri yang juga CEO Bhayangkara FC, Pembina Povsivo Polwan dan Pembina Bhayangkara Samator Irjen Pol Istiono (tengah) berfoto bersama tim Bhayangkara FC saat Peluncuran tim dan kostum Bhayangkara di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (24/2/2020). Kapolri meresmikan jersey tiga tim binaan Polri yaitu Bhayangkara FC, Bhayangkara Samator dan PGN Popsivo Polwan 2020. ANTARA/Galih Pradipta/ama.

    Kakorlantas Polri yang juga CEO Bhayangkara FC, Pembina Povsivo Polwan dan Pembina Bhayangkara Samator Irjen Pol Istiono (tengah) berfoto bersama tim Bhayangkara FC saat Peluncuran tim dan kostum Bhayangkara di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (24/2/2020). Kapolri meresmikan jersey tiga tim binaan Polri yaitu Bhayangkara FC, Bhayangkara Samator dan PGN Popsivo Polwan 2020. ANTARA/Galih Pradipta/ama.

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Bhayangkara FC menyebut kontrak bersama sponsor hingga saat ini masih aman meskipun tidak ada aktivitas kompetisi akibat PSSI dan PT LIB menunda liga akibat pandemi virus corona.

    "Sementara ini tidak ada masalah, termasuk juga dengan sponsor," ujar manajer Bhayangkara FC I Nyoman Yogi Hermawan saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis, 2 April 2020.

    Menurutnya, pihak sponsor masih memahami penundaan liga. Apalagi pandemi ini merupakan masalah yang dihadapi bersama-sama bukan hanya berdampak di dunia olahraga tapi seluruh sektor.

    Dalam penundaan liga ini, klub-klub memang tengah khawatir sponsor tidak lagi memberikan suntikan dana. Terlebih, gaji para pemain sebagiannya berasal dari pemasukan sponsor.

    Sementara itu, COO Bhayangkara FC Sumardji mengatakan akan terus berkoordinasi dengan para pihak sponsor serta memantau perkembangan terkini liga.

    Jika nantinya status darurat virus corona diperpanjang lebih dari 29 Mei, kata dia, Bhayangkara FC tentu punya pertimbangan dengan sponsor.

    "Pasti ada pertimbangan. Saya akan berbicara dengan sponsor karena kondisinya memang seperti ini. Kita akan bicara lebih lanjut dengan para sponsor," kata dia.

    Selain sponsor yang menjadi beban bagi klub adalah gaji para pemain serta ofisial. Tak adanya kompetisi berarti tak ada pemasukan bagi mereka. Namun PSSI mengeluarkan keputusan soal skema pembayaran gaji maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.

    Artinya, selama kompetisi dihentikan, klub diperbolehkan membayar gaji para pemain dan ofisial sebesar 25 persen saja dari nilai gaji bulanan yang tertera di kontrak.

    "Kita sebagai klub mengikuti apa yang sudah diputuskan federasi (PSSI). Lagipula memang saat ini tidak ada aktivitas yang dilakukan tim. Jadi kita ikuti keputusan," kata pengurus Bhayangkara FC ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.