Liga Inggris, Spanyol, Jerman, dsb Akan Dimulai Kembali Pada Juli

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi, dinyatakan positif terkena virus Corona. Striker berusia 19 tahun menjadi kasus COVID-19 kedua di klub Liga Primer Inggris setelah Pelatih Arsenal Mikel Arteta. Sebelum dinyatakan positif virus Corona, ia sempat menunjukkan gejala yang mirip dengan pilek. REUTERS

    Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi, dinyatakan positif terkena virus Corona. Striker berusia 19 tahun menjadi kasus COVID-19 kedua di klub Liga Primer Inggris setelah Pelatih Arsenal Mikel Arteta. Sebelum dinyatakan positif virus Corona, ia sempat menunjukkan gejala yang mirip dengan pilek. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Liga-liga di Eropa seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, Liga Jerman, dsb dikabarkan akan kembali bergulir pada Juli mendatang. Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan Liga-Liga Eropa (EL) meminta pada semua anggota mereka untuk tetap menjalankan kompetisi hingga akhir musim meski harus mengundur jadwal.

    Permintaan tersebut disampaikan UEFA. ECA, dan EL melalui surat kepada seluruh 55 anggota asosiasi mereka. Dalam surat tersebut, seperti dilansir media Sky Sports, tertulis bahwa asosiasi di setiap negara harus terus bekerja untuk berusaha melanjutkan musim ini.

    "Kami yakin bahwa sepakbola dapat dimulai kembali dalam beberapa bulan mendatang - dengan kondisi yang akan ditentukan oleh otoritas setempat - dan percaya bahwa setiap keputusan untuk mengakhiri kompetisi domestik, pada tahap ini, prematur dan tidak dibenarkan," begitu cuplikan surat tersebut.

    UEFA sendiri telah mengadakan pertemuan melalui konferensi video dengan seluruh anggotanya pada Rabu kemarin. Dalam pertemuan tersebut, tak ada satu pun asosiasi yang menyatakan akan menghentikan liga domestik mereka.

    Meskipun demikian, desakan untuk menghentikan liga mulai muncul di level klub di sejumlah negara seperti Belgia dan Belanda.

    UEFA menyatakan bahwa gugus tugas yang mereka bentuk terus bekerja setiap harinya untuk mengupayakan agar setiap kompetisi bisa berjalan hingga akhir. Mereka pun menyatakan bahwa kompetisi yang berada di bawah UEFA seperti Liga Champions dan Liga Europa baru akan bergulir jika kompetisi di level domestik sudah usai.

    "Gugus tugas telah mengadakan beberapa pertemuan dan berkomunikasi setiap hari untuk memastikan bahwa tujuan utama agar semua kompetisi berjalan hingga akhir tercapai. Untuk mencapai itu, rencana konkret sedang disusun, " tulis UEFA dalam surat itu.

    "Pekerjaan mereka sekarang berfokus pada skenario dimana kompetisi akan kembali bergulir pada Juli dan Agustus, termasuk kemungkinan bahwa kompetisi UEFA dimulai kembali setelah penyelesaian liga domestik. Pengelolaan bersama kalender sangat diperlukan karena kesimpulan musim saat ini harus dikoordinasikan dengan mulai dari yang baru, yang mungkin sebagian terkena dampak karena peregangan yang berlebihan."

    "Mengikuti perkembangan situasi saat ini, gugus tugas akan menunjukkan penjadwalan sesegera mungkin, dan idealnya pada pertengahan Mei, rencana untuk penyelesaian musim tanpa meninggalkan siapa pun di belakang bisa diterapkan. Menghentikan kompetisi harus benar-benar menjadi pilihan terakhir setelah mengakui bahwa tidak ada alternatif kalender yang memungkinkan untuk mengakhiri musim. "

    Tekanan untuk mengakhiri musim ini memang terus bermunculan. Kemarin, Direktur Teknis Ajax Amsterdam, Marc Overmars, menyatakan kekecewaaannya terhadap UEFA dan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang tak juga membuat keputusan untuk menghentikan musim ini. Menurut dia, baik UEFA dan KNVB masih terlalu berpikir soal bisnis ketimbang keselamatan seluruh insan sepak bola.

    Di Liga Inggris, sejumlah pengamat seperti mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand, juga mendukung opsi penghentian musim karena virus corona. Menurut dia, keselamatan seluruh masyarakat lebih penting ketimbang gelar juara.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.