Burnley Terancam Rugi Rp 1 Triliun Bila Liga Inggris Tak Rampung

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Burnley Chris Wood, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris di Turf Moor, Burnley, 8 Maret 2020. Phil Bardsley and Jeff Hendrick

    Pemain Burnley Chris Wood, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris di Turf Moor, Burnley, 8 Maret 2020. Phil Bardsley and Jeff Hendrick

    TEMPO.CO, JakartaBurnley mengungkapkan mereka terancam merugi sekira 50 juta poundsterling (sekira Rp 1 triliun) jika Liga Inggris musim 2019/20 tak rampung karena pandemi virus corona.

    Hal itu diumumkan Burnley lewat laman resminya pada Sabtu, menanggapi hasil keputusan rapat Liga Premier yang disampaikan sehari sebelumnya terkait perpanjangan masa penangguhan tanpa tenggat waktu.

    "Burnley berusaha bersikap transparan terhadap suporter, staf dan pemangku kepentingan, bahwa perpanjangan penangguhan ini menimbulkan tantangan signifikan untuk klub," demikian tulis pernyataan tersebut.

    Jika musim dilanjutkan dan pertandingan digelar tanpa penonton, maka Burnley bakal kehilangan 5 juta poundsterling dari pos penjualan tiket empat laga kandang tersisa.

    Burnley juga memperkirakan bakal kehilangan 45 juta poundsterling lagi dari hak siar serta beberapa pos pendapatan lainnya, jika musim tak dilanjutkan sama sekali.

    Angka 50 juta poundsterling tersebut, menurut Burnley menjadi patokan minimum sebab beberapa klub Liga Premier lainnya bisa saja merugi hingga 100 juta poundsterling.

    "Ini situasi yang tidak pernah terjadi bagi kami dan klub-klub Liga Premier, yang mungkin tak pernah kami perkirakan beberapa pekan lalu," kata Direktur Utama Burnley Mike Garlick.

    Menurut Garlick persoalan krisis finansial akibat pandemi virus corona bukan saja masalah yang dihadapi Burnley, tetapi ekosistem sepak bola secara keseluruhan termasuk masyarakat yang selama ini kecipratan rejeki dari pertandingan-pertandingan Liga Inggris.

    "Sebagai klub, suporter, staf dan warga kota kita semua menghadapi ini bersama-sama, saya yakin kita bisa melewatinya jika bersatu dan terus tolong menolong sesama dalam masa sulit ini," katanya.

    "Kita harus melakukan sesuatu, sekecil apapun, bersama-sama sebagai sebuah klub," kata Garlick.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.