Arema FC: Liga 1 Ditunda, Dedik Setiawan Jalani Proses Pemulihan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Malang Dedik Setiawan (kiri) bersuaha menghalau pemain PSM Makassar Taufik (kanan) dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 16 Oktober 2019. Foto: Iqbal Lubis

    Pemain Arema Malang Dedik Setiawan (kiri) bersuaha menghalau pemain PSM Makassar Taufik (kanan) dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 16 Oktober 2019. Foto: Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan sementara waktu akibat pandemi virus corona dimanfaatkan penyerang Arema FC, Dedik Setiawan, untuk melakukan pemulihan cedera.

    Dedik mengalami cedera lutut sejak musim lalu yang memaksanya harus naik ke meja operasi. Ia menjalani operasi pada November tahun lalu dan diprediksi membutuhkan waktu enam  sampai sembilan bulan untuk melakukan proses pemulihan cedera.

    Jika masa pemulihan berjalan cepat, bulan Mei mantan pemain Persekam Metro FC itu akan kembali bermain bersama Arema. Dengan catatan jika kompetisi berjalan normal, Dedik bisa memperkuat Arema FC di putaran kedua.

    Dedik akan turun lagi setelah kompetisi kembali diputar yang direncanakan Juli mendatang. Hal itu diutarakan sport therapist Arema FC, David Setiawan.

    “April dia sudah bisa mulai berlatih di lapangan. Butuh 1-2 bulan untuk memulihkan kondisi, seperti fisiknya. Dedik harus menjalani penyesuaian dulu latihan di lapangan, lalu berlatih juga bersama tim,” ujar David

    Saat ini Dedik Setiawan tengah intensif menjalankan pemulihan. Dedik sempat mengikuti program latihan daring termasuk mendapat jatah latihan fisik dari pelatih fisik Arema FC, Marcos Gonzales.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.