David Moyes Jadi Pelatih Ketiga yang Minta Gajinya Dipangkas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Moyes resmi melatih West Ham United. whufc.com

    David Moyes resmi melatih West Ham United. whufc.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih West Ham United, David Moyes, secara suka rela meminta gajinya dipotong 30 persen untuk meringankan beban keuangan klub selama krisis akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

    Moyes menjadi bos papan atas ketiga yang merelakan gajinya dipangkas dalam situasi saat ini. Sebelumnya, pelatih Bournemounth, Eddie Howe, dan pelatih Brighton, Graham Potter, telah melakukannya lebih dulu.

    Sikap Moyes ini terpisah dari perselisihan yang sedang terjadi antara pemain Liga Primer Inggris dan 20 klub papan atas terkait dengan pemotongan gaji untuk membantu klub di tengah pandemi virus corona ini.

    Moyes dengan senang hati menyerahkan sebagian gajinya karena saat ini dia terkurung di rumah di barat laut Inggris. Ia juga tidak bisa melakukan pekerjaannya.

    West Ham tetap membayar semua staf non pemain seperti biasa. Namun, arus kas sedang tergerus karena tak ada pemasukan tanpa adanya pertandingan yang dimainkan atau disiarkan televisi.

    Klub berencana mendapatkan pendapatan tambahan dengan menerbitkan saham 30 juta pound sterling.

    Kapten West Ham United, Mark Noble, menjadi pemain yang paling depan dalam perselisiha para pemain terkait pemotongan gaji.

    Para pemain merasa beberapa klub menggunakan wabah Covid-19 untuk menerapkan pemotongan gaji ketika mereka akan dengan senang hati menyerahkan sebagian gaji mereka untuk tujuan yang baik. Kini grup WhatsApp untuk para kapten dari 20 tim Liga Primer Inggris telah dibentuk untuk mendiskusikan masalah ini.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.