Pemain Borneo FC, Titus Bonai, Mulai Jenuh Latihan Sendiri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi pemain Borneo FC Titus Bonai (kiri) dan Wildansyah dalam pertandingan Liga 1 melawan Persela Lamongan, 13 Maret 2020. Instagram/@Borneofc.id

    Selebrasi pemain Borneo FC Titus Bonai (kiri) dan Wildansyah dalam pertandingan Liga 1 melawan Persela Lamongan, 13 Maret 2020. Instagram/@Borneofc.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Borneo FC, Titus Bonai alias Tibo, mengaku tak tahan hanya beraktivitas di rumah. Dia tak sabar ingin segera kembali beraksi di lapangan.

    Kompetisi Shopee Liga 1 saat ini tengah dihentikan sementara waktu lantaran penyebaran virus corona. Sebelum jeda, Bonai dkk sukses meraup dua kemenangan beruntun. Mengalahkan Persipura Jayapura dua gol tanpa balasa dan Persela Lamongan 2-1.

    "Kesibukan sekarang latihan mandiri. Rasanya tentu berbeda berlatih dengan tim. Bikin jenuh kalau individu," kata Tibo seperti dikutip laman Liga Indonesia.

    Merasa dalam kondisi on fire, penghentian kompetisi dia anggap merugikan. Apalagi, seluruh pemain mulai kompak dan solid dengan skema yang diinginkan pelatih Edson Tavares. Praktis terhentinya liga membuat program yang sudah dijalankan mesti kembali dari awal.

    "Situasi yang sama saya pikir untuk tim yang berada di papan atas. Ambil hikmahnya saja," kata Tibo.

    Meski amat dirugikan, Tibo menganggap penghentian liga tepat. Sebab keamanan dan keselamatan adalah yang paling penting. "Saya hanya berharap kondisi kelam seperti ini segera berakhir," harapnya.

    Kendati demikian, Titus Bonai bersyukur bisa lebih dekat dengan keluarga. Selama kompetisi dihentikan, dia bisa pulang ke Jayapura bertemu anak dan istri. "Hikmahnya punya banyak waktu bersama. Tapi tetap saja rindu segera latihan bersama dan bertanding," kata dia.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.