Tunggu Lampu Hijau Kelanjutan Serie A, FIGC Susun Pedoman Medis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus berselebrasi di hadapan tribun kosong di Allianz Stadium, Turin, Italia, 8 Maret 2020. Laga Juventus vs Inter Milan digelar tanpa penonton karena virus corona. Reuters/Massimo Pinca

    Pemain Juventus berselebrasi di hadapan tribun kosong di Allianz Stadium, Turin, Italia, 8 Maret 2020. Laga Juventus vs Inter Milan digelar tanpa penonton karena virus corona. Reuters/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mulai menyusun pedoman medis untuk mengantisipasi kemungkinan dimulainya kembali Liga Italia (Serie A) yang telah ditangguhkan sejak 9 Maret karena wabah virus corona.

    Dilansir dari Reuters, Kamis, FIGC mengatakan bahwa komite medis mengadakan konferensi video pada Rabu untuk "menganalisis dan menetapkan protokol jaminan bagi sepak bola untuk kegiatan olahraga yang diizinkan dilanjutkan."

    Kompetisi Serie A dalam dua pertiga perjalanan sepanjang musim ketika terputus dan FIGC ingin menyelesaikan musim demi mengurangi kerugian finansial. Mereka menyatakan siap untuk melanjutkan kompetisi sampai September atau Oktober jika diperlukan.

    Italia menjadi salah satu negara yang paling terpukul di dunia oleh wabah virus corona ini dan jumlah kematiannya meningkat menjadi 15.362 pada Rabu dengan total kasus sebanyak 124.632. Sejumlah pemain Serie A termasuk di antara mereka yang terinfeksi.

    "Jika dan ketika kita mendapatkan lampu hijau untuk memulai kembali kompetisi secara bertahap, maka dunia sepak bola harus siap," kata Presiden FIGC, Gabriele Gravina.

    "Mengingat peran yang dimainkan sepak bola dalam masyarakat Italia, saya yakin bahwa kami dapat memberikan kontribusi penting bagi seluruh negara."

    Dikatakan protokol kesehatan ini akan mencakup tes yang harus dilakukan oleh pemain yang terpapar virus dengan "perhatian khusus atas sistem pernapasan dan kardiovaskular."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.