Sir Alex Ferguson Puji NHS yang Berjuang Perangi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson berpose jelang meluncurkan buku terbarunya yang menceritakan tentang dirinya dan Manchester United di London, (22/10). Bukunya tersebut berjudul

    Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson berpose jelang meluncurkan buku terbarunya yang menceritakan tentang dirinya dan Manchester United di London, (22/10). Bukunya tersebut berjudul "My Autobiography" REUTERS/Luke MacGregor

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, memuji NHS (The National Health Service) yang berjuang memerangi virus corona atau Covid-19. Ia menyampaikan itu setelah klub yang dulu ditanganinya melakukan sejumlah langkah sebagai bentuk dukungan terahadap NHS.

    "Saya senang kami sekarang mengakui pentingnya NHS, seperti yang saya alami dua tahun lalu, setelah mereka menyelamatkan hidup saya," kata pria yang akrab disapa Fergie dalam situs klub.

    Dua tahun lalu, Fergie dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kejang. Ia harus menjalani operasi karena pendarahan otak dan sempat berada dalam kondisi kritis.

    Dia pun harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Salford selama sebulan, termasuk saat dia dalam kondisi koma, sebelum dia pulang dan dirawat di rumah.

    Saat terjadi pandemi virus corona, Manchester United mengirim lebih dari 3.500 hadiah untuk staf NHS di daerah itu. Pada Rabu kemarin, sebanyak 16 kendaraan yayasan klub disiagakan dengan supir sukarela untuk mendukung pengiriman.

    Staf, khususnya yang beban kerjanya berkurang, didorong menjadi tenaga sukarela untuk NHS atau komunitas lokal. Sementara Old Trafford ditempatkan dalam daftar cadangan pusat donor darah.

    "Respons terhadap pandemi ini luar biasa dan membuat saya bangga dengan cara klub dan orang-orang Inggris berkumpul untuk membantu," kata Fergie.

    Pelatih Manchester United saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, menambahkan, "Staf NHS dan sukarelawan yang memerangi virus corona menempatkan diri mereka dalam risiko untuk menjaga semua orang aman dan melakukan pekerjaan yang benar-benar menakjubkan."

    "Mereka layak menerima ucapan terima kasih dan pujian dari semua orang atas pekerjaan dan upaya mereka setiap hari," Solskjaer menambahkan.

    Di Inggris, sebanyak 938 orang meninggal dalam 24 jam akibat corona. Sekarang ada lebih dari 7.000 kematian dan lebih dari 600.000 kasus yang dikonfirmasi.

    Pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Boris Johnson sedang bersiap memperpanjang masa isolasi sampai Mei setelah mengakui kelonggaran dapat mengakibatkan ribuan kematian. Sementara itu, Boris sendiri masih menjalani perawatan di rumah sakit karena positif virus corona.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.