Seandainya Mata Bergabung ke Arsenal, Dosa Wenger di Masa Lalu

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur pemain Manchester United, Juan Mata dan Fred di sela laga Liga Eropa melawan Partizan di Old Trafford, Inggris, 7 November 2019. REUTERS/Andrew Yates

    Gestur pemain Manchester United, Juan Mata dan Fred di sela laga Liga Eropa melawan Partizan di Old Trafford, Inggris, 7 November 2019. REUTERS/Andrew Yates

    TEMPO.CO, Jakarta - Juan Mata seharusnya bergabung dengan Arsenal dan bukan ke Manchester United. Hal itu terkuat dari laporan The Athletic.

    Arsene Wenger saat masih berkuasa sebagai manajer Arsenal sebenarnya sudah didesak kepala pemantau pemain Arsenal untuk merekrut Juan Mata sebagai pengganti Cesc Fabregas di lini tengah klub Liga Primer Inggris berjuluk the Gunners itu.

    Arsenal akhirnya merasakan sebuah pukulan telak setelah melepas Fabregas dan Samir Nasri pada musim panas 2011.  

    Fabregas saat itu dijual ke Barcelona dengan harga transfer 35 juta pound sterling atau sekitar Rp 688,40 miliar ke Barcelona. Nasri bergabung dengan Manchester Citu dengan transfer sekitar 25 juta pound sterling.

    Menurut media olahraga bergengsi, The Athletic, Ketua Pemantau dan Perekrutan Pemain Arsenal, Francis Cagigao, sebenarya sudah meminta Wenger untuk mencari pengganti Fabregas yang sepadan.    

    Cagigao merekemondasikan Arsenal mendatangkan Mata dan Santi Cazorla untuk menggantikan Fabregas dan Nasri. Tapi, gagal saat itu, karena Mata pindah dari dari Valencia ke  Chelsea dengan harga 23,5 juta pound sterling dan Cazorla bergabung dengan Malaga.

    Cazorla, yang dipantau  Cagigao selama 10 tahun, akhir bergabung ke Arsenal 12 bulan berikutnya. Tapi,  Mata lolos dari buruan the Gunners, ketika ia membuat kejutan dengan pindah dari Chelsea ke Manchester United, dengan harga transfer 37,1 juta pound sterling dalam Januari 2014.

    Sementara itu, Cesc Fabregas mengakui dalam sebuah wawancara, Maret 2020, bahwa ia menyesal menekan Arsenal Wenger dalam upayanya meninggalkan Arsenal pada 2011.

    “Satu-satunya hal yang ‘membunuh’ saya adalah bahwa saya harus sangat memaksa  Arsene,” kata mantan bintang Arsenal, Cesc Fabregas, kepada Arseblog. “Pria itu memberi saya segalanya. Pria yang memiliki kepercayaan pada saya untuk bermain pada usia 16 tahun.”

    METRO.CO.UK | THE ATHLETIC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.