Tak Mau Disepelekan Barcelona, Rakitic Buka Peluang ke Italia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Ivan Rakitic. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona Ivan Rakitic. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, membuka kemungkinan untuk pindah ke Seri A Liga Italia, dengan menyatakan, “Saya akan menjadi orang yang memutuskan. Saya bukan sekarung kentang.”

    Rakitic mengalami kekecewaan dengan kondisi yang diterimanya di Barcelona musim ini dan hanya memiliki satu tahun tersisa di kontraknya. Pernyataan di atas, dengan mengibaratkan dirinya bukan sekarung kentang yang bisa disepelekan begitu saja oleh Barca, disampaikannya kepada koran Mundo Deportivo.

    “Saya ingin bermain untuk sebuah klub yang saya cintai dan hormati. Sebuah tempat yang membuat keluarga saya bahagia,” kata Rakitic.

    Ia gelandang Kroasia, yang ikut meloloskan negaranya ke final Piala Dunia 2018 dan mengantarkan Barca memenangi Liga Champions 2014-2015.  

    “Seperti selalu yang saya bilang, Barca dalah tempat sempurna buat saya. Apa yang saya inginkan adalah mendapatkan kesenangan dan menolong tim saya.”

    “Saya memiliki bagian pertama yang sangat aneh di musim ini, yang secara mengejutkan negatif bagi saya. Tetapi, saya harus belajar beberapa hal dari hail itu dan memperbaikinya.”

    “Terkadang terjadi hal-hal yang tidak anda  mengerti. Tapi, anda tidak harus memahami. Anda harus menerimanya,” Ivan Rakitic melanjutkan.

    “Saya berharap untuk melihat kontrak saya. Jika tidak, maka kita akan duduk bersama. Tetapi, untuk saat ini yang paling penting adalah berada dalam kondisi puncak dan menyelesaikan musim dengan cara terbaik,” Rakitic menegaskan.

    Pemain berusia 31 tahun ini dikaitkan dengan Juventus, Inter, dan Milan dalam beberapa bulan terakhir. Ketika ditanya, apakah pilihannya adalah pindah ke Italia, Ivan Rakitic menjawab, ”Saya ulangi, saya mengerti situasi yang saya masuki. Tapi, saya akan memutuskan yang terbaik buat keluargaku dan saya.”

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.