Pelatih Barcelona Bantah Kabar Kepergian Ivan Rakitic

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Ivan Rakitic. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona Ivan Rakitic. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Barcelona, Quique Setien, membantah kabar bahwa kepergian gelandang Ivan Rakitic musim depan. Dia pun mengakui senang dengan permainan pesepakbola asal Kroasia itu.

    Setien menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya tak pernah mendapatkan informasi soal kepergian Rakitic. Si pemain juga belum pernah berbicara kepadanya soal itu.

    "Saya tidak mendapatkan info bahwa Rakitic ingin meninggalkan klub dan ia tidak pernah mengatakan hal itu kepada saya," kata Setien kepada radio Spanyol El Larguero.

    Setien menyatakan bahwa dirinya menyukai permainan Rakitic. Dia pun menjamin si pemain akan tetap mendapatkan tempat di timnya musim depan.

    "Di era saya, ia banyak bermain dan ia bisa terus bermain bersama saya. Saya senang dengan penampilannya sehingga saya tidak perlu berkata apa-apa lagi."

    Meskipun demikian, Setien, tak menutup kemungkinan Rakitic akan hengkang. Pasalnya kontrak si pemain akan habis pada Juni tahun depan.

    "Kita lihat apa yang akan terjadi nanti, apakah ia ingin pergi atau tidak. Saya yakin waktunya akan tiba kita mengetahui kebenaran hal ini." ujarnya.

    Kabar kepergian Ivan Rakitic dari Barcelona memang dipicu oleh masa kontraknya yang tinggal satu tahun lagi meskipun dia menyatakan masih ingin bermain di Barcelona. Hingga saat ini, pihak klub belum mengajukan perpanjangan kontrak kepada si pemain.

    Barcelona disebut akan menjual Ivan Rakitic ke klub lain. Raksasa Italia Inter Milan dan AC Milan sempat dikabarkan berminat menggunakan jasa pesepakbola berusia 32 tahun itu. Meskipun demikian belum ada tawaran nyata dari kedua klub kepada Barcelona.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.