Marina Granovskaia, Wanita Penjaga Chelsea di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marina Granovskaia dan Eden Hazard. (AP Photo)

    Marina Granovskaia dan Eden Hazard. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari kediamannya pada masa pandemi virus corona, Marina Granovskaia, sebagai direktur olahraga Chelsea, akan memantau isu-isu soal transfer yang berseliweran ketika masa depan Liga Primer Inggris 2019-2020 masih diliputi ketidakpastian.

    Misalnya, ada isu Declan Rice yang mau pindah dari West Ham United pada jendela transfer mendatang, 2020-2021. Chelsea dan Manchester United disebut-sebut tertarik dengan gelandang bertahan atau bek tengah berusia 21 tahun ini.   

    Tapi, Rice yang dilepas Chelsea ketika berusia 14 tahun pada 2014 digosipkan bakal dihargai nilai transfernya sampai 70 juta pound sterling atau setara Rp 1,33 triliun.

    Marina Granovskaia, wanita Rusia-Kanada, diperkirakan bakal berpikir ulang beberapa kali untuk memenuhi keinginan Manajer Chelsea, Frank Lampard, buat merekrut pemain muda berbakat Inggris itu.

    Apalagi, Marina tentu saja masih dipusingkan bagaimana menghadapi persoalan Kepa Arrizabalaga. Kiper termahal di dunia dengan transfer 72 juta pound dari Athletic Bilbao itu  belakangan tampil menurun dan kerap kehilangan tempat utamanya di tim. Ada isu Lampard ingin melepasnya dan mencari satu kiper baru.

    Marina Granovskaia tumbuh menjadi salah satu wanita paling berkuasa di sepak bola, dengan menjadi kepala urusan transfer dan direktur olahraga Chelsea.

    Marina seperti letnan dari pasukan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, yang beroperasi ketat secara pribadi. Ia tidak pernah memberikan wawancara di media dan hanya sesekali berkomentar singkat di situs klub.

    Ketika Marcos Alonso memperpanjang kontraknya di Stamford Bridge pada Oktober lalu, komentar Granovskaia yang dikutip dalam siaran pers klub. Tapi, nama manajer lama, Maurizio Sarri, memang terkenal karena ketidakhadirannya.

    Wanita Rusia-Kanada ini sudah bekerja secara dekat dengan Roman Abramovich di perusahan minyaknya lebih dari 20 tahun. Ketika Abramovich mengambil alih kepemilikan Chelsea pada 2003, ia memanggil Marina untuk berkantor di London buat mengurusi mainan baru sang juragan besar, The Blues Chelsea.

    Selama tujuh tahun berikutnya, Marina memperbesar pengaruhnya di Stamford Bridge. Dua gelar juara Liga Primer Inggris dimenangi Abramovich dalam tiga tahun pertamanya sebagai pemilik Chelsea dan hal itu juga berkat dukungan kerja Marina. Begitu juga ketika Chelsea mencapai semifinal Liga Champions lima kali dalam enam tahun pertama di bawah pemilik baru.

    Lepas dari urusan trofi, Granovskaia adalah seorang perencana jangka panjang yang andal. Ia dikabarkan menjadi perintis hubungan saling menguntungkan antara Chelsea dan klub di Liga Belanda, Vitesse Arnhem, yang kini menjadi tempat pematangan para pemain muda berbakat the Blues.

    Marina juga mengatur kepindahan markas latihan Chelsea ke tempat yang baru, di Cobham, yang dibuka pada 2007 dan menjadi salah satu markas latihan terbaik di Inggris.

    Pada 2010, Marina menerima peran sebagai perwakilan Abramovich dan dalam tiga tahun, wanita ini masuk jajaran direksi Chelsea.

    Pada 2017, Marina Granovskaia, mendemonstrasikan kekuatan negosiasinya dengan membuat Nike mau mesponsori kostum pemain tim Chelsea senilai 60 juta pound per tahun sampai  2032.

    SKY SPORTS | FOOTBALL LONDON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.