Liverpool FC: Mengenang Perpisahan Kop 26 Tahun Lalu di Anfield

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Liverpool, Adrian (kiper) dan James Milner saat menghalau sundulan bola pemain AFC Bournemouth, Nathan Ake dalam laga Liga Inggris di Stadion Anfield, 7 Maret 2020. REUTERS

    Aksi pemain Liverpool, Adrian (kiper) dan James Milner saat menghalau sundulan bola pemain AFC Bournemouth, Nathan Ake dalam laga Liga Inggris di Stadion Anfield, 7 Maret 2020. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanggal 30 April 1994 adalah saat yang tidak akan pernah dilupakan suporter Liverpool FC. Sebab, saat itu adalah pertandingan terakhir yang bisa disaksikan di stan atau tribun Kop, satu kawasan teras penonton berdiri di Stadion Anfield.

    Perpisahan suporter Liverpool dengan Kop saat itu tidak berkurang keharuannya meski tim berjuluk the Reds ini dikalahkan Norwich City 1-0 melalui gol dari Jeremy Goss.

    Spion Kop atau biasa disebut Kop saja adalah nama sehari-hari atau istilah untuk sejumlah teras tingkat tunggal dan berdiri di stadion olahraga, khususnya di Inggris.

    Sifat curam mereka menyerupai bukit dekat Ladysmith, Afrika Selatan, yang merupakan tempat Pertempuran Spion Kop pada Januari 1900 selama Perang Boer Kedua.

    The Kop menjadi terkenal di dunia dan merupakan tempat yang dianggap secara spiritual menangkap esensi dari perjalanan Liverpool Football Club.

    Ini adalah tempat penting pemain ke-12 Liverpool, yakni suporter, menggelorakan semangat The Reds untuk berjuang menjadi yang terbaik di Inggris dan Eropa.   

    Tetapi, bencana meninggalnya begitu banyak penonton di Stadion Hillsborough pada 1989 disusul hasil laporan tim pengusut bencana itu, yang dikenal dengan nama Taylor Report, membuat Inggris memutuskan tidak ada lagi teras berdiri di stadion olahraga mereka.

    Adapun Kop seperti seseorang yang mengatakan selamat tinggal pada sore musim semi tahun 1994 itu.

    Sebelum pertandingan, para pemain favorit penonton di Kop berparade dipimpin Brian Hall, termasuk Billy Liddell, Albert Stubbins, Ian Callaghan, Tommy Smith, Steve Heighway, Phil Thompson, David Fairclough, David Johnson, dan Craig Johnston yang buru-buru balik dari negaranya, Australia, khusus untuk acara perpisahan Kop itu.

    Sambutan yang luar biasa kepada pemain penyerang Liverpool saat itu, Kenny Dalglish, setara dengan ketika Joe Fagan memasuki lapangan bersama dua wanita pendamping manajer legendaris Liverpool lainnya, Nessie Shankly dan Jessie Paisley.

    Gerry Marsden, musisi Inggris, kemudian memimpin seluruh penonton di Stadion Anfield untuk menyanyikan lagu “kebangsaan mereka”,  You'll Never Walk Alone. Para suporter tim tamu, Norwich, ikut menyanyikan lagu YNWA itu.

    “Saya pikir hal itu mungkin yang membuat kami kalah dalam pertandingan, karena seleberasi,” kata Ronnie Whelan, gelandang bertahan andalan Reds itu, di Liverpoolfc.com, Kamis 30 April 2020.

    "Itu bukan pertandingan ketika kami bisa memenangkan apa pun yang besar. kami semua tahu ini adalah Spion Kop yang luar biasa yang akan dirobohkan untuk memberi jalan bagi tempat duduk penonton,” kata Ronnie Whelan, salah satu bintang Liverpool FC periode 1980-an asal Irlandia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.