Bursa Transfer: Presiden PSG Sanjung Cristiano Ronaldo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo. Reuters

    Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, mengungkapkan kekagumannya terhadap megabintang Juventus asal Portugal Cristiano Ronaldo.

    Komentar tersebut menimbulkan rumor terbaru bahwa klub asal Prancis itu tertarik untuk mendatangkan Ronaldo.

    Dalam sebuah wawancara, bos PSG tersebut memuji kekuatan karakter Ronaldo yang disebutnya luar biasa.

    Penyerang berusia 35 tahun itu dilaporkan akan kembali berlatih bersama Juventus, setelah tiba di Turin dari Portugal dengan Serie A berpeluang untuk dilanjutkan pada Juni mendatang.

    "Tahun demi tahun, ia menunjukkan determinasi yang unik, kekuatan karakter yang luar biasa," kata Al-Khelaifi kepada France Football yang dikutip Goal pada Selasa.

    "Ia tetap termotivasi oleh tekadnya untuk berkembang setiap hari dan ia selalu mendorong batasan dirinya."

    "Saya mengagumi kemauan tanpa henti yang ditunjukkannya. Ia adalah contoh yang bagus bagi seluruh atlet masa depan."

    PSG sendiri sering disebut-sebut sebagai potensi tujuan bagi CR7 di masa lalu hingga sekarang. Meski begitu, mantan pemain Real Madrid tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin hengkang dari Juventus.

    Nasser Al-Khelaifi sendiri telah menjabat sebagai presiden PSG sejak Oktober 2011. Meski gagal meraih prestasi di musim perdananya sebagai pemimpin Les Parisien, PSG mulai mendominasi Ligue 1 Prancis pada musim berikutnya.

    Sejak Al-Khelaifi berkuasa, PSG sukses meraih tujuh gelar juara Ligue 1 dan saat ini mereka dinobatkan sebagai juara Ligue 1 musim 2019-2020 setelah kompetisi dihentikan lebih cepat akibat pandemi COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.