Lionel Messi Pernah Tolak Tawaran Menggiurkan dari Inter Milan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Lionel Messi. Reuters

    Pemain Barcelona Lionel Messi. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Olahraga Inter Milan, Marco Branca, menyatakan bahwa Lionel Messi pernah menolak tawaran besar yang mereka ajukan pada 2008 lalu. Dia menyatakan bahwa Messi bukan seorang pesepakbola yang mata duitan.

    Dalam wawancara dengan TMW Radio, Italia, Branca menyatakan bahwa mereka pernah mencoba membujuk Messi untuk hengkang dari Barcelona. Meskipun tak menyebutkan berapa nilai gaji yang mereka tawarkan, Branca menyatakan bahwa tawaran mereka ditolak mentah-mentah oleh bintang asal Argentina itu.

    "Ya, kami bergerak dengan cukup intens, tetapi Leo tak mau meninggalkan Barcelona," ujarnya.

    Branca menyatakan bahwa Messi saat itu beralasan bahwa dia sudah cukup merasa bersyukur dengan apa yang diberikan Barcelona kepadanya.

    ADVERTISEMENT

    "Dia sangat bersyukur dengan apa yang telah diberikan Barcelona. Aspek ekonomi bukan sesuatu yang menjadi prioritas utama. Ini bukan soal uang," kata dia.

    Lionel Messi memang pantas bersyukur dan berterima kasih kepada Barcelona. Pasalnya, Barcelona merupakan pihakny yang menolong dia dari masalah kelainan hormon yang dia alami sejak kecil.

    Messi kecil disebut mengalami masalah hormon yang membuat tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan anak-anak seusianya. Dia pun sempat menjalani terapi hormon di kampung halamannya, Argentina.

    Orang tua Messi sempat kewalahan karena biaya terapi hormon tersebut tak murah. Pada 2001, Barcelona merekrutnya untuk bergabung dengan La Masia, akademi sepak bola milik Barcelona. Sejak saat itu, Barcelona membiayai seluruh perawatan medis Messi hingga akhirnya dia bisa menjadi pesepakbola kelas dunia seperti saat ini.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.