Paul Pogba Harus Turun Gaji Jika Ingin Kembali ke Juventus

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United, Paul Pogba saat mengikuti latihan perdana di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Aon Training Complex, Carrington, 20 Mei 2020. Instagram/@manchesterunited

    Gelandang Manchester United, Paul Pogba saat mengikuti latihan perdana di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Aon Training Complex, Carrington, 20 Mei 2020. Instagram/@manchesterunited

    TEMPO.CO, Jakarta - Niat gelandang Paul Pogba untuk kembali ke Juventus dikabarkan belum surut. Pihak Juventus disebut telah mengajukan syarat si pemain harus mau menurunkan gajinya jika ingin kembali ke klub asal Italia tersebut.

    Media-media Italia, seperti dikutip laman Daily Mail, menyebutkan bahwa Manchester United sebenarnya telah mempersilahkan Pogba untuk kembali ke Juventus. Agen Pogba, Mino Raiola, pun disebut telah memulai pembicaraan dengan Juventus.

    Raiola disebut telah menyatakan bahwa Pogba rela menurunkan gajinya menjadi 11 juta pound sterling per tahun untuk kembali ke Juventus. Gaji pesepakbola asal Prancis itu di Manchester United saat ini mencapai 15 juta pound sterling per tahun.

    Namun Juventus disebut masih keberatan dengan permintaan gaji Pogba tersebut. Mereka dikabarkan meminta Pogba menurunkan lagi permohonan gajinya itu.

    Meskipun demikian belum jelas berapa harga yang akan diminta Manchester United untuk Pogba. Mereka memboyong si pemain dengan mahar 89,3 juta pound sterling dari Juventus empat musim lalu.

    Nilai itu sempat menjadikan Pogba sebagai pesepakbola termahal di dunia. Namun nyatanya performanya selama di Manchester United tak sementereng harganya. Empat musim di Manchester United, Paul Pogba hanya mempersembahkan 31 gol dan 31 assist.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.