Putusan WTO Ancam Gagalkan Pembelian Newcastle United

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Newcastle United, Isaac Hayden berselebrasi setelah berhasil menjebol gawang Chelsea dalam laga lanjutan Liga Inggris di St James Park, Inggris, 18 Januari 2020. Kemenangan tipis itu membuat Newcastle naik ke urutan ke-12 klasemen dengan koleksi 29 poin. REUTERS/Scott Heppell

    Pemain Newcastle United, Isaac Hayden berselebrasi setelah berhasil menjebol gawang Chelsea dalam laga lanjutan Liga Inggris di St James Park, Inggris, 18 Januari 2020. Kemenangan tipis itu membuat Newcastle naik ke urutan ke-12 klasemen dengan koleksi 29 poin. REUTERS/Scott Heppell

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses pengambilalihan Newcastle United terancam batal karena putusan soal kasus pembajakan siaran langsung sepak bola. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) disebutkan segera merilis putusan yang menyatakan Arab Saudi berada di belakang aksi pembajakan oleh beoutQ itu.

    Guardian menulis bahwa laporan akhir WTO setebal 130 halaman akan dikeluarkan pada pertengahan Juni. Dalam laporan ini dimuat penilaian tim independen yang dengan tegas menetapkan bahwa pemerintah Saudi berada berada di belakang beoutQ.

    Sebelumnya FIFA, UEFA, Liga Premier, La Liga, dan sejumlah liga lain di Eropa telah mencoba untuk mengambil tindakan hukum terhadap beoutQ, yang telah melakukan streaming pertandingan sepak bola di Arab Saudi. Mereka menilai aksi beoutQ itu dilakukan tanpa izin.

    Namun, upaya untuk menempuh jalur hukum di Saudi Arabia, yang melibatkan sembilan perusahaan hukum lokal, gagal membuahkan hasil. Karena itu, kasusnya dibawa ke WTO. Kini, badan peradilan tertinggi perdagangan dunia itu disebutkan sudah siap mengeluarkan keputusannya.

    Araba Saudi sendiri erat terkait dengan pengambilalihan Newcastle. Pembelian senilai 300 juta pound sterling atau sekitar Rp Rp 5,8 triliun itu akan dilakukan konsorsium dari negara itu, yakni Saudi Public Investment Fund (PIF), yang dimotori Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

    Sebelumnya, The Sun sempat melaporkan pengambilalihan itu akan berjalan mulus dan akan rampung pada 1 Juni. Kini, dengan munculnya laporan terbaru soal putusan WTO keadaan pun menjadi tak pasti.

    Pengambilalihan Newcastle sebelumnya terus menjadi sorotan banyak pihak, tak hanya karena sosok Muhammad bin Salman yang kontroversial dan dianggap telah terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM), tapi juga karena pembelian itu dianggap bisa memunculkan satu kekuatan baru lain di Liga Inggris. Hal serupa pernah terjadi dengan Manchester City.

    Sebelumnya, di tengah ramainya isu proses pembelian itu, Newcastle disebut membidik pelatih baru dan sejumlah pemain bintang. Dua nama yang disebut-sebut akan mengisi posisi pelatih klub papan tengah Liga Inggris itu adalah Rafa Benitez dan Mauricio Pochettino. Sedangkan nama pemain yang disebut-sebut akan direkrut The Magpies antara lain Gareth Bale, Philippe Coutinho, dan Gonzalo Higuain.

    GUARDIAN | THE SUN | MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.