Presiden Brescia: Saya Akan Bersyukur dengan Kepergian Balotelli

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Brescia Mario Balotelli. REUTERS/Daniele Mascolo

    Pemain Brescia Mario Balotelli. REUTERS/Daniele Mascolo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brescia Massimo Cellino mengharapkan Mario Balotelli meninggalkan klubnya pada akhir musim, demikian dilaporkan media Italia Telelombardia.

    "Saya berusaha untuk menghindari tindakan hukum dan kasus Balotelli melampaui proporsi karena tidak ada lagi sepak bola dan hanya sedikit hal lain yang dapat dibicarakan," kata Cellino.

    "Pikirannya tidak lagi bersama kami dan saya akan bersyukur dengan kepergiannya. Ini tidak berbeda dengan yang selalu ia lakukan sepanjang kariernya - ia sedikit anarkis," tambahnya.

    Balotelli meneken kontrak berdurasi tiga tahun dengan Brescia pada tahun lalu, namun di klub kota kelahirannya itu ia menimbulkan sejumlah masalah.

    Mantan pemain Manchester City itu terlibat perseteruan dengan mantan pelatih Fabio Grosso pada November, dan ia juga dipersilakan untuk meninggalkan klub setelah bersitegang dengan Cellino pada Januari.

    Balotelli bertahan di Stadio Rigamonti namun ia gagal mencetak gol dalam pertandingan sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi COVID-19.

    Pada kasus terkini Balotelli dilaporkan sengaja melewatkan latihan pada Selasa (26 Mei) silam.

    Cellino mengaku kecewa dengan Balotelli karena awalnya sempat berharap sang pemain akan memberi kontribusi besar.

    "Kami tidak merekrut Balotelli agar menarik perhatian media, kami benar-benar percaya ia dapat memberi kontribusi penting kepada kami di lapangan. Kami benar-benar kecewa terhadap dia," ujarnya.

    Sebelum Liga Italia dihentikan, Brescia menghuni posisi juru kunci di klasemen. Mereka hanya mengumpulkan 16 poin dari 26 pertandingan dan terpaut 11 poin dari zona aman.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.