Pemain Bhayangkara FC Ini Masih Jalani Program Pemulihan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Bhayangkara FC, Jajang Mulyana (tengah) berusaha melerai rekannya Marinus Mariyanto (kanan) yang bersitegang dengan pesepakbola Arema FC, Rodrigo Ost Dos Santos (kiri) dalam pertandingan Piala Presiden Grup E di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 30 Januari 2018. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepak bola Bhayangkara FC, Jajang Mulyana (tengah) berusaha melerai rekannya Marinus Mariyanto (kanan) yang bersitegang dengan pesepakbola Arema FC, Rodrigo Ost Dos Santos (kiri) dalam pertandingan Piala Presiden Grup E di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 30 Januari 2018. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, masih menjalani program pemulihan setelah menjalani operasi. Sebelumnya, gelandang berusia 31 tahun ini mengalami cedera lutut saat membela timnya melawan PS Tira (Tira Persikabo) pada pekan ke-23 Liga 1 musim 2019.

    "Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada keluhan apa-apa dan semuanya berjalan lancar dari habis operasi sampai saat ini," kata Jajang seperti dilansir laman resmi klub di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2020.

    Pemain kelahiran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, itu terpaksa harus mengakhiri musim 2019 lebih awal karena cedera yang dialaminya. Ia juga melewatkan tiga laga awal yang sudah dilakoni klubnya di Liga 1 musim 2020.

    Selama kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia dihentikan karena pandemi virus corona atau Covid-19, pemain yang akrab disapa Jamul ini fokus menjalani program terapi. Selain itu, dia juga mengurus bisnis kos-kosan.

    Menurut Jajang, pendapat di luar sepak bola cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-harinya. Apalagi, akibat penangguhan kompetisi, ia dan para pemain lainnya harus rela menerima gaji 25 persen.

    "Untuk bisnis, palingan saya ngandalin dari hasil kos-kosan saja. Belum ada bisnis sampingan dan untuk lainnya direncanain," kata Jajang Mulyana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.