Liga 1 di Masa Pandemi, Simak Pendapat Ketua Umum The Jakmania

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Persija Jakarta dan Ketua The Jakmania Dicky Soemarno menjelaskan konsep launching klub berjuluk Macan Kemayoran yang bakal berlaga di Liga 1 2020, Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/Irsyan

    Presiden Persija Jakarta dan Ketua The Jakmania Dicky Soemarno menjelaskan konsep launching klub berjuluk Macan Kemayoran yang bakal berlaga di Liga 1 2020, Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator Liga 1, yaitu PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), harus memiliki strategi agar klub bisa hidup, pemain bisa hidup, dan suporter atau fans bisa tersalurkan emosional fanatismenya.

    Hal itu, menurut Diky Budi Ramadhan, ketua umum The Jak Mania atau The Jakmania, julukan suporter Persija Jakarta, demi keselamatan semua pihak yang berkecimpung dalam sepak bola nasional di masa pandemi virus corona.  

    “Operator dan federasi (PSSI) harus mempertimbangkan banyak hal yang berkaitan dengan sepak bola Indonesia. Dalam hal ini misalnya adalah kemampuan klub untuk bertahan di era pandemi ini,” kata pria yang juga akrab dipanggil Diky Soemarno dalam perbincangan melalui WhatsApp, Minggu sore, 31 Mei 2020.

    Adapun supoter atau fans dengan segala emosional fanatisme adalah salah satu pilar penting dari industri sepak bola modern.

    Kapten Liverpool, Jordan Henderson, misalnya, mengatakan baru-baru ini bahwa betapa ia akan kecewa jika Liga Primer Inggris 2019-2020 dimulai lagi pada 17 Juni ini dengan proyek Restart mereka, The Reds pada akhirnya harus merayakan suksesnya menjadi juara tanpa kehadiran langsung para suporternya dan jauh dari Stadion Anfield.

    Dengan situasi new normal ini karena pandemi virus corona, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru sebenarnya bisa dimudahkan dengan adanya model yang sudah dilakukan di Eropa, misalnya, yaitu melanjutkan liga seperti Bundeliga Jerman, Liga Primer Inggris, LaLiga Spanyol, atau menyudahi kompetisi Eredivisie Belanda dan Ligue 1 Prancis.

    Untuk sampai kepada keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan kompetisi, Liga Primer Inggris dan kawan-kawan itu sudah melakukan pertimbangan dan kajian yang matang.

    “Operator dan federasi harus memikirkan setiap risiko yang terjadi atas kebijakan dihentikan atau dilanjutkan liga musim ini,” Diky melanjutkan.

    “Sebagai suporter, saya pasti maunya kompetisi dilanjutkan, dengan penonton. Alias semua berjalan dengan normal kembali, tapi apakah itu mungkin? Tergantung bagaimana situasi pandemi apakah sudah baik atau belum.”

    “Tapi, sebagai suporter juga memikirkan klub. Bagaimana klub bisa bertahan dari sisi ekonomi kalau hanya mengandalkan subsidi liga dan sponsor? Sementara tidak ada penonton membuat klub kehilangan pemasukan dari sektor tiket,” jelas Diky.

    “Persija termasuk salah satu klub dengan pemasukan tiket yang besar dan cukup mengandalkan itu,” Ketua Umum The Jakmania 2020-2023 ini menambahkan.   

                                                    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.