Lanjutan Liga 1-2 Oktober, PSSI Ikuti Protokol Kesehatan FIFA

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSIS Semarang. liga-indonesia.id

    PSIS Semarang. liga-indonesia.id

    TEMPO.CO, Jakarta- Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi, mengatakan sudah menyiapkan protokol kesehatan Covid-19 jika rencana melanjutkan kompetisi pada Oktober mendatang.

    Ia menyebutkan pembahasan detail protokol kesehatan telah dibahas bersama klub dalam rapat virtual yang dilakukan Selasa lalu. "Kita sudah memiliki protapnya mengadopsi arahan dari FIFA, kemudian ada dari Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga," kata Yunus kepada Tempo, Rabu, 3 Juni 2020.

    Menurut dia, protokol kesehatan itu telah dibukukan dan itu akan dibagikan kepada klub termasuk juga kepada suporter. Yunus menyebutkan protokol kesehatan itu juga mencakup pelaksanaan pemusatan latihan untuk tim nasional. "Kemarin pertemuannya sangat bersahaja, sangat ramai karena kita lama juga tidak bertemu dengan kawan-kawan Liga 1 dan Liga 2, khususnya ketua umum," kata Yunus yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI.

    Hasil rapat bersama klub yang menyepakati melanjutkan kompetisi musim 2020, menurut Yunus, bakal menjadi bahan pengayaan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI. Rapat itu bakal memutuskan jadwal pelaksanaan lanjutan kompetisi. Ia menyebutkan pada Kamis, 4 Juni sudah bisa diterbitkan keputusan resmi PSSI perihal lanjutan kompetisi.

    "Besok PSSI akan mengambil keputusan, untuk memutuskan (lanjutan kompetisi), berikut juga masalah gaji pemain, pelatih, hak dan kewajiban antara klub dan pemain. Insyaallah akan diputuskan oleh PSSI pada rapat Komite Eksekutif yang akan secepatnya bakal dilaksanakan," ungkap dia.

    Sebelumnya, badan sepak bola dunia atau FIFA telah merilis protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dalam pertandingan. Berdasarkan dokumen FIFA tersebut, PSSI dan PT LIB wajib melakukan tes pemeriksaan jika akhirnya Liga 1 dilanjutkan. Tes tersebut tak hanya berlangsung sekali saja.

    Tes pertama wajib dilakukan oleh seluruh anggota tim, termasuk pelatih dan staf, 72 jam sebelum ada aktivitas di lapangan. Setelah itu, masing-masing klub juga harus mengadakan tes sebelum memulai sesi latihan untuk pertama kali setelah jeda kompetisi.

    Selanjutnya seluruh anggota tim juga harus dites lagi di rumah atau tempat yang disediakan oleh klub. Mereka yang hasil tesnya positif tak boleh berpartisipasi dalam seluruh kegiatan dan harus mematuhi peraturan dari dinas kesehatan setempat. Artinya, hanya orang yang mendapat hasil tes negatif saja yang bisa ikut sesi latihan dan pertandingan.

    Prosedur ketat juga diberikan FIFA pada saat perjalanan dan ketika menginap di hotel jika kompetisi dilanjutkan. Kebersihan moda transportasi yang mengangkut tim harus diperhatikan. Pembersihan dengan disinfektan wajib dilakukan secara berkala. Kebersihan makanan untuk tim pun perlu diperiksa agar tak menimbulkan penyakit. Yang terpenting, tetap lakukan pemisahan jarak fisik selama dalam perjalanan.

    Tingkat higienitas fasilitas umum seperti di stadion pun diatur dalam protokol FIFA. Wastafel, sabun, dan alat pencuci harus disediakan oleh seluruh tim. Induk sepak bola dunia ini juga menyarankan penggunaan tisu sekali pakai dan pemberian nama pada botol minum pemain agar tak tertukar dengan yang lainnya.

    Aturan lainnya yakni menutup mulut dan hidung dengan lekukan siku apabila batuk atau bersin di tempat umum. FIFA juga melarang adanya salaman atau tos kepada pemain atau pihak lain yang terlibat dalam pertandingan sepak bola.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.