Stadion Utama GBK Siap Digunakan untuk Lanjutan Liga 1

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Shutterstock

    Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Winarto mengatakan bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) siap digunakan untuk lanjutan sepak bola Liga 1 Indonesia musim 2020.

    "Secara fisik, SUGBK siap. Nanti kalau digunakan rumputnya dalam kondisi bagus karena selalu dirawat meski tidak ada pertandingan sejak Maret 2020," ujar Winarto kepada Antara di Jakarta, Senin.

    Kawasan GBK, lanjut Winarto, juga memiliki protokol kesehatan yang sudah diterapkan saat dibuka pertama kalinya di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19) pada Jumat (5 Juni), tepatnya pada masa pada masa penerapan PSBB transisi DKI Jakarta.

    Seluruh pengunjung GBK wajib diperiksa dan memakai masker. Kemudian, harus mencuci tangan dan saling menjaga jarak.

    "Pengunjung tidak boleh bergerombol. Kami juga memiliki petugas yang melakukan patroli dan rutin memberikan pengumuman melalui pengeras suara," tutur Winarto.

    Jika kompetisi sepak bola kembali bergulir, protokol kesehatan serupa akan diterapkan.

    Selain itu, pihak pengelola GBK juga akan menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang diberikan oleh PSSI.

    "Teknis soal protokol kesehatan dapat didiskusikan nanti. Dan perlu dijabarkan pula apakah pertandingan akan berlangsung dengan atau tanpa penonton," kata Winarto.

    Winarto mengakui bahwa situasi menjadi rumit jika penonton dapat memasuki stadion. Sebab, hal tersebut berarti harus memeriksa semua yang hadir satu persatu dengan protokol pencegahan COVID-19.

    "Itu lumayan berat. Misalnya yang bertanding klub seperti Persija, Persib atau Persebaya, jumlah suporter yang datang bisa 60 ribu orang. Itu, kan, rawan. Namun, ketentuan itu bergantung pada PSSI nantinya," ujar Winarto.

    PSSI telah melontarkan rencana untuk melanjutkan Liga 1 dan 2 musim 2020, yang diliburkan sejak Maret 2020 karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19), mulai September atau Oktober 2020.

    Jika kembali bergulir, PSSI menyarankan supaya pelaksanaan pertandingan seluruhnya dilaksanakan di Pulau Jawa demi menekan penyebaran COVID-19. Namun, secara resmi belum ada penetapan soal stadion lokasi laga.

    Lalu, wacana awal, seluruh laga liga akan berlangsung tanpa penonton. Akan tetapi, hal itu dapat menyesuaikan dengan kondisi terkini.

    PSSI masih akan menggelar rapat komite eksekutif (Exco) untuk membuat keputusan akhir soal liga termasuk teknis dan penjadwalan. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kapan rapat itu dilaksanakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.