Man City Vs Liverpool 4-0, Jurgen Klopp Emosi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Liverpool, Jordan Henderson dan Fabinho menampakkan kekecewaannya setelah lawannya, Manchester City berhasil membuat gol dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Etihad, Inggris, 2 Juli 2020. Manchester City berhasil menodai pesta juara Liverpool dengan menang telak atas The Reds 4-0. Peter Powell/Pool via REUTERS

    Pemain Liverpool, Jordan Henderson dan Fabinho menampakkan kekecewaannya setelah lawannya, Manchester City berhasil membuat gol dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Etihad, Inggris, 2 Juli 2020. Manchester City berhasil menodai pesta juara Liverpool dengan menang telak atas The Reds 4-0. Peter Powell/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Jurgen Klopp tampak emosi kepada media setelah dicecar soal kekalahan anak asuhnya pada laga Man City vs Liverpool Jumat dini hari tadi. Klopp menyatakan tak ada yang salah dengan performa timnya meskipun timnya kalah dengan skor telak, 0-4.

    Dalam wawancara dengan media Sky Sports, Klopp awalnya membantah anggapan anak asuhnya bermain di bawah performa terbaiknya karena mereka telah memastikan gelar juara Liga Inggris pekan lalu. Dia menilai Liverpool hanya kurang mengalirkan bola sementara Manchester City bermain lebih cepat dari mereka.

    "Saya melihat sikap yang luar biasa. Saya melihat mereka berjuang. Kami tak bersikap seperti orang yang telah memastikan gelar juara pekan lalu. Semuanya berjalan dengan baik," kata Klopp.

    "Kami kurang mengalirkan bola, itu yang pasti. Dan dalam situasi 50-50 mereka lebih cepat dari kami. Mereka mampu memanfaatkan kesempatan dan kami tidak. City 100 persen layak memenangkan laga itu, tetapi skor 5-3 seharusnya terjadi. Tetapi kenyataannya 4-0 dan kami harus menerimanya."

    Pria asal Jerman itu terpancing emosinya ketika reporter Sky Sports Geoff Shreeves bertanya apakah hasil itu akan menjadi perhatian baginya di masa depan. Dia pun mempersilakan Shreeves untuk menulis dengan arah bahwa Liverpool tampil kurang fokus.

    "Jika anda ingin menulis cerita soal kami tak fokus dalam pertandingan, silakan. Saya menyukai cara tim saya bermain. Saya sudah mengatakannya dan saya kira itu sudah jelas."

    "Saya kira kami telah membuktikan hal itu dan City telah membuktikan bahwa mereka tim yang luar biasa bagusnya. Tidakkah menyenangkan ada tim lain yang menjadi juara ketika ada City yang memainkan sepak bola seperti itu?"

    "City luar biasa. Saya telah sering melihat permainan mereka, mereka tidak memainkan sepak bola yang buruk di setiap musim. Bahkan ketika mereka kalah mereka tetap memainkan sepak bola yang sangat baik. Tetapi pada akhirnya situasi terjadi seperti ini."

    "Kami memiliki momen. Anda menyaksikan pertandingan itu seluruhnya, kenapa anda bertanya apakah kami memiliki peluang bagus? Itu bukan pertanyaan yang masuk akal."

    Menurut dia, perbedaan antara Manchester City dengan timnya pada laga dini hari tadi hanya karena mereka tak bisa memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan. Selain dari itu, dia menilai Liverpool bermain luar biasa.

    "Semuanya OK. Hasil itu tak menyenangkan dan itu bukan yang kami inginkan. Saya ingin melihat kami memiliki sikap yang tepat dan kami melakukannya, jadi bagi saya itu baik-baik saja. Dan hasil yang ada kami harus menerimanya."

    Pada laga itu, Manchester City membuka keran gol lewat tendangan penalti Kevin de Bruyne pada menit ke-25. Raheem Steling dan Phil Foden menambah keunggulan Manchester City sehingga babak pertama ditutup dengan skor 3-0. Pada babak kedua Manchester City berhasil menambah satu gol lagi. Alex Oxlade-Chamberlain mencetak gol bunuh diri saat mencoba menghalau bola sepakan Sterling.

    Manchester City sebenarnya berhasil kembali membobol gawang Liverpool lewat Riyad Mahrez. Sayangnya wasit menganulir gol tersebut karena menilai Kevin de Bruyne menyentuh bola dengan tangannya saat terjatuh dan memberi umpan kepada Mahrez.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.