Inter vs Bologna 1-2, Conte Meradang dan Bicara Kelayakan Pemain

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Inter Milan Antonio Conte. Reuters

    Pelatih Inter Milan Antonio Conte. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Antonio Conte meradang sesuai laga Inter vs Bologna. Ia kecewa berat Inter Milan kalah 1-2 oleh lawan yang bermain dengan 10 orang.

    Susai laga di Giuseppe Meazza, Ahad malam, itu, Conte menghabiskan waktu satu jam dengan pemain di ruang ganti. Saat itu direktur Beppe Marotta juga ikut hadir.

    Bisa diduga apa yang disampaikan Conte pada para pemainnya. Saat bertemu wartawan, ia juga langsung melontarkan rasa kesalnya.

    "Jelas apa yang terjadi, jadi tidak banyak yang bisa saya katakan," kata dia kepada DAZN. “Kami semua harus mengambil bagian dari tanggung jawab, pertama-tama saya sebagai pelatih, kemudian para pemain yang melangkah ke lapangan itu. Saya pikir kami memberi hadiah pada Bologna permainan hari ini dan ini bukan pertama kalinya."

    Dalam laga itu, Inter unggul lebih dahulu lewat gol Romelu Lukaku. Lalu, lawan kehilangan Roberto Sorino karena kartu merah. Tapi, Inter gagal memanfaatkan situasi tersebut. Lautaro Marinez bahkan gagal mengeksekusi penalti. Dan Nerazzuri akhirnya takluk oleh gol Musa Juwara dan Musa Barrow.

    “Tentu saja ada beberapa situasi dan evaluasi yang perlu kami perhatikan," kata Conte. "Saya merasa sulit untuk menjelaskan mengapa kegagalan penalti menyebabkan kami memiliki banyak masalah ketika kami masih memimpin dan melawan 10 pemain. Seharusnya Anda tidak mengambil risiko ketika Anda masih memegang kendali terhadap 10 pemain. Kami berada dalam kendali penuh."

    "Ini bukan pertama kalinya dan kami harus bertanya pada diri sendiri sekarang, baik saya sendiri maupun para pemain."

    Inter kini dipastikan sulit juara. Mereka terpaku di posisi ketiga klasemen Serie A dengan nilai tertinggal 9 poin dari Juventus.

    Antonio Conte menyatakan, ini saatnya ia dan para pemain bertanya hal mendasar. “Satu-satunya hal yang dapat saya katakan adalah bahwa dari sini hingga akhir musim, kita masing-masing, termasuk saya, harus membuktikan bahwa kami layak menjadi bagian dari Inter. Itu berlaku untuk pelatih dan semua pemain."

    “Jika ada proyek untuk menjadi juara dan kami ingin kembali ke jalur kemenangan, kami harus memahami apakah ini pelatih dan pemain yang tepat untuk menjadi juara."

    “Ini akan menjadi ujian bagi semua orang hingga akhir musim. Kita harus memberikan segalanya, mengetahui bahwa kami siap untuk diskusi. Saya yang pertama dalam barisan, karena memang seperti itu yang benar."

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.