Gaji Pemain Harus Dibayar 50 Persen, Persib Siap Ikuti Aturan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memfasilitasi swab test metode PCR bagi Persib Bandung di Graha Persib, Kota Bandung, Jumat (3/7/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar)

    Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memfasilitasi swab test metode PCR bagi Persib Bandung di Graha Persib, Kota Bandung, Jumat (3/7/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung bakal tetap tunduk pada aturan baru Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terkait perubahan persentase honor pemain yang harus mulai dibayarkan tiap klub satu bulan sebelum kompetisi Liga 1 kembali digelar.

    Sebelumnya, PSSI mewajibkan seluruh klub penghuni Liga 1 untuk membayarkan honor pemain sebesar 25 persen selama Liga 1 berstatus kondisi darurat. Namun, kini besaran honor yang harus diberikan tiap klub berubah menjadi 50 persen.

    "Kita mengikuti aturan PSSI (bayar 50 persen gaji pemain). Kita juga kalau kita melanggar atau keluar dari kebijakan-kebijakan lain nanti kan tidak enak sama klub lain," ujar Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muhctar di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Selasa, 7 Juli 2020.

    Umuh mengaku sebetulnya Persib bisa saja membayarkan honor pemainnya, dengan jumlah lebih. Namun, Umuh beralasan khawatir akan menjadi polemik di jajaran klub lain. Alhasil, ucap dia, Persib mengikuti aturan PSSI terkait pembayaran gaji pemain.

    "Kita dari manajemen sudah ambil sesuai dengan aturan dari PSSI. Apapun keputusan pemain menerima dan kalau dikatakan di antara klub yang paling beruntung Persib, karena gajinya, penyesuaiannya juga diutamakan, gaji juga tidak telat," ujarnya.

    Saat ini, kata dia, Persib masih terus menggodok ihwal penerapan protokol kesehatan yang akan dijalani pemain Maung Bandung saat memulai latihan rutin. Rencananya, Supardi Nasir dan kawan-kawan bakal mulai menggelar latihan bersama pada pekan ini. "Kita untuk persiapan latihan, terutama kita pengawalan protokol kesehatan," kata Umuh Muhctar.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Rp 28,5 Triliun untuk Gaji Ke-13 di Bulan Agustus 2020

    Pemerintah menyalurkan gaji ke-13 PNS pada Senin, 10 Agustus 2020. Ada sejumlah kelompok yang menerima gaji itu dari anggaran Rp 28,5 triliun.