3 Ciri Utama Gaya Kepelatihan Solskjaer di Manchester United

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. Reuters

    Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaya pelatih Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United diulas khusus oleh Sky Sports dalam lamannya, Kamis. Manchester United di ambang memperpanjang catatan tak terkalahkannya menjadi 17 pertandingan jika menang atau seri melawan Aston Villa Jumat dini hari nanti.

    Menurut media itu, Solskjaer memiliki tiga ciri utama dalam bertugas:

    1. Dia rendah hati tapi tak mau cepat berpuas diri

    Di bawah arahan pelatih asal Norwegia ini, Setan Merah disebut-sebut berada di jalur tepat untuk meraih kejayaan. Namun, Sang Pelatih memilih merendah dengan pencapaiannya sejauh ini.

    "Anda tak bisa membicarakan keberhasilan ketika, pertama, ini cuma 16 pertandingan tak terkalahkan. Kami sudah melewati masa yang berat Januari lalu, kami berada pada urutan kelima di liga, jadi Anda tak bisa membicarakan keberhasilan," kata Solskjaer.

    "Ya kami ada di semifinal Piala FA dan semoga kami terus maju ke perempat final Liga Europa, jadi memang ini waktu yang menyenangkan, tetapi sama sekali belum mendekati sukses apapun."

    2. Meskipun rendah hati Solskjaer juga bisa sangat keras

    Menurut Sky Sports, faktor ini pula yang membuat para pemain Man United bangkit setelah lockdown dengan tampilan lebih bugar, lebih kuat dan lebih cepat. Dia sudah menyatakan dengan jelas kepada anak buahnya apa yang dia inginkan dari mereka selama berpekan-pekan dia tak bisa lepas dari mereka di Carrington.

    Solskjaer bilang begini kepada pemain-pemainnya, "Kalian ada di klub terbesar di dunia, kalian punya tanggung jawab, kalian punya keistimewaan untuk tetap bugar dan jika kalian tidak disiplin dalam dua atau tiga bulan dalam merawat diri kalian sendiri, saat itulah saya membuka pintu dan bilang 'carilah sendiri ke tempat lain'."

    3. Kepercayaan adalah kata kunci

    Dia telah menikmati ikatan yang demikian kuat dengan rekan-rekan satu timnya pada 1990-an dan bekerja keras membangun kultur yang lebih baik di balik Old Trafford. Memang ada keluar masuk bintang, tapi menurut Sky Sports perasaan yang kini terjadi di Manchester United adalah lingkungan yang lebih bersahabat.

    Ya kompetisi di antara mereka sengit, tetapi ada keyakinan pada setiap orang untuk kompak. "Menyenangkan bisa menyaksikan mereka masuk pertandingan dengan percaya satu sama lain, saling percaya antar sesama rekan satu tim, percaya apa yang harus dilakukan dalam pertandingan dan pesan yang kami berikan kepada mereka," kata Solskjaer. "Fokusnya fantastis, hebat sekali."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.