Arkadiusz Milik Ingin Tinggalkan Napoli, Gattuso Tak Bisa Menahan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Napoli, Arkadiusz Milik berduel dengan penyerang Arsenal, Granit Xhaka dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Eropa di Stadio San Paolo, Naples, 19 April 2019. REUTERS/Ciro De Luca

    Pemain Napoli, Arkadiusz Milik berduel dengan penyerang Arsenal, Granit Xhaka dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Eropa di Stadio San Paolo, Naples, 19 April 2019. REUTERS/Ciro De Luca

    TEMPO.CO, JakartaPelatih Napoli Gennaro Gattuso mengakui bahwa Arkadiusz Milik "menginginkan sebuah perubahan" dan mengakui pemainnya telah mendekati pintu keluar San Paolo.

    Kontrak Milik saat ini habis pada akhir musim 2020-21 dan pemain timnas Polandia tersebut tidak akan meneken kesepakatan baru. Penyerang berusia 26 tahun itu dikaitkan dengan juara Serie A Juventus, klub La Liga Atletico Madrid dan klub Liga Premier Inggris Tottenham Hotspur.

    Ketika ditanya tentang spekulasi yang melibatkan Arkadiusz Milik, Gatusso bersedia untuk melepaskan sang pemain meski akan sulit mendapatkan penggantinya.

    Milik telah mencetak 37 gol di liga Italia sejak bergabung dari Ajax pada 2016.

    "Sulit menemukan seseorang yang lebih baik daripada Milik," kata Gattuso kepada Sky Sport Italia usai kemenangan 2-1 atas Genoa pada Rabu.

    "Namun, ketika seorang pemain percaya waktunya di sebuah klub sudah berakhir dan ia menginginkan perubahan, Anda harus mendengarkannya."

    "Anda tidak dapat mencoba untuk menahan seseorang di luar kehendak mereka, atau sulit untuk membuat mereka mendengarkan atau memiliki mental yang tepat. Anda harus menghormati keinginan pemain."

    Napoli mengklaim kemenangan 2-1 atas Genoa pada Kamis WIB dengan tim asuhan Gattuso itu naik ke urutan keenam di Serie A jelang pertandingan kontra AC Milan pada Senin dini hari WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.