Ballon d'Or Ditiadakan, Bos Bayern Munchen Kecewa

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Bayern Munchen Robert Lewandowski, berpose setelah menjadi top scorer Liga Jerman usai pertandingan melawan Wolfsburg di Volkswagen Arena, Wolfsburg, 27 Juni 2020. REUTERS / Kai Pfaffenbach / Pool

    Penyerang Bayern Munchen Robert Lewandowski, berpose setelah menjadi top scorer Liga Jerman usai pertandingan melawan Wolfsburg di Volkswagen Arena, Wolfsburg, 27 Juni 2020. REUTERS / Kai Pfaffenbach / Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajang penghargaan Ballon d'Or tahun ini dipastikan ditiadakan. Bos Bayer Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, kecewa karena dia menilai penyerang mereka Robert Lewandowski berpeluang besar merebut trofi bola emas.

    Majalah France Football pekan lalu mengumumkan bahwa ajang penghargaan tersebut ditiadakan karena pandemi Covid-19 sempat mengganggu bahkan membuat sejumlah kompetisi sepak bola dihentikan. Menurut mereka, kondisi itu membuat penilaian untuk memutuskan siapa pesepakbola terbaik di dunia menjadi tidak adil.

    Keputusan itu mendapatkan protes dari Rummenigge. Menurut dia, Lewandowski berpeluang besar meraih gelar tersebut unntuk pertama kalinya karena total mencetak 51 gol untuk Bayern Munchen musim ini.

    "Saya yakin Robert Lewandowski sedang memainkan musim yang fantastis dan mungkin yang terbaik dalam karirnya," kata Rummenigge pada konferensi pers Senin kemarin.

    "Sayangnya, France Football membatalkan Ballon d'Or yang kami tak senang dengan keputusan itu. Pada akhirnya, itu tak adil tak hanya bagi Bayern tetapi juga bagi Robert Lewandowski yang mungkin akan memenangkannya."

    Ajang Ballon d'Or merupakan penghargaan individual tertua dalam sejarah sepak bola. Penghargaan itu dimulai pada 1965, jauh lebih tua dari ajang Pemain Terbaik di Dunia versi FIFA yang baru dimulai pada 1991.

    Pada periode 2010 hingga 2015, France Football dan FIFA memutuskan untuk menyatukan kedua penghargaan. Tetapi pada 2016 kerjasama kedua belah pihak terhenti dan akhirnya dua ajang tersebut kembali berpisah.

    Sejak 1965 hingga saat ini, penghargaan itu telah diterima oleh 25 pemain. Penyerang Barcelona Lionel Messi tercatat yang paling banyak mendapatkan penghargaan itu dengan enam trofi.

    Capaian terbaik Robert Lewandowski di ajang itu hanya mencapai peringkat keempat. Itu dia raih pada musim pertamanya bersama Bayern Munchen pada 2015.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.