Arsenal Layak Pertahankan Ceballos, Ini Kunci Kebangkitannya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Arsenal Dani Ceballos, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Standard Liege dalam pertandingan Grup F Liga Eropa di Stadion Emirates, London, 3 Oktober 2019. Arsenal menang telak 4-0 atas Standard Liege.  REUTERS/David Klein

    Gelandang Arsenal Dani Ceballos, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Standard Liege dalam pertandingan Grup F Liga Eropa di Stadion Emirates, London, 3 Oktober 2019. Arsenal menang telak 4-0 atas Standard Liege. REUTERS/David Klein

    TEMPO.CO, Jakarta - Dani Ceballos akhirnya bisa mengakhiri kiprahnya dalam musim kompetisi 2019-2020 ini dengan sukses bersama Arsenal. Di Stadion Wembley, London, tanpa penonton dinihari tadi, Minggu 2 Agustus 2020, pemain gelandang asal Spanyol berusia 23 tahun itu ikut menolong The Gunners menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Chelsea 2-1 pada laga final.

    Dani Ceballos yang dipinjamkan Real Madrid ke Arsenal, pada awalnya bermain labil dan tak meyakinkan di  the Gunners itu, sebelum masa pandemi virus corona datang.

    Saat itu, Ceballos tak pernah bisa menemukan ritme permainannya dan mendapatkan tingkat pemainannya yang secara konsisten bisa berdampak positif bagi Arsenal.   

    Permainan Ceballos yang fluktuatif itu kemungkinan juga dipengaruhi gonjang-ganjing Arsenal. Ia bermain di bawah tiga manajer yang berbeda, yaitu Unai Emery, Freddie Ljungberg, dan sekarang Mikel Arteta, dalam kiprahnya selama enam bulan di Arsenal.

    Selain itu, penyebab tidak lancarnya permainan Ceballos dalam debutnya di Arsenal karena ia mengalami cedera yang cukup serius, yaitu robeknya otot kaki, yang membuatnya absen hampir dua bulan.

    Tapi, Ceballos bekerja keras untuk memperbaiki keadaan dirinya. Ketekunannya membuahkan hasil. Performa pemain yang bisa bermain sebagai gelandang tengah atau gelandang serang ini semakin meyakinkan sejak Arsenal bertanding lagi pada 17 Juni lalu.   

    Perubahan taktik yang dilakukan pelatih Mikel Arteta dan kemajuan kebugaran Ceballos adalah kunci dari kemajuan pemain pinjaman Arsenal dari Real Madrid ini.

    Sampai musim kompetisi 2019-20 dihentikan karena pandemi, Ceballos bermain di posisi gelandang serang kiri. Tapi, sejak liga dimulai lagi, ia ditempatkan di sisi kanan dan berperan sebagai gelandang deeper-lying atau pengatur serangan dan kerap berpasangan dengan Granit Xhaka.

    Ketika bermain di sisi kiri, Ceballos seperti terisolasi dan tergerun perannya. Dengan bermai di sisi kanan, kemampuannya untuk membagi bola lebih termaksimalkan.

    Posisi baru Ceballos adalah berkat formasi susunan pemain yang diterapkan Mikel Arteta di Arsenal. Pelatih baru Gunners yang juga mantan bintang klub ini dan dari Spanyol ini sekarang lebig banyak memakai formasi 3-4-3.  

    Di sisi kanan ada bek dan gelandang yang dalam posisi lebih menyerang. Seorang pemain diberi peran sebagai  penyerang semu dan bekerja sama dengan gelandang di kiri yang biasa ditempati Xhaka.

    Dengan formasi baru dari Mikel Arteta tersebut, Ceballos jadi lebih bisa mengembangkan menyerang dengan mengandalan umpan dan giringan bolanya. Ia juga makin ekfektif saat membantu pertahanan dengan tackling dan penguasaan bola yang dilakukannya

    Saat Arsenal melakukan kamp latihan di Dubai selama jeda kompetisi juga memberi kesempatan kepada Ceballos untuk meningkatkan kebugaran fisiknya.

    “Saya bekerja keras di sana,” kata  Ceballos told Sky Sports. “Saya berlatih sampai limit kemampuanku dan sekarang punya tingkat kondisi fisik yang sangat tinggi.”

    Arsenal diperkirakan akan berusaha mempertahankan Dani Ceballos. Opsi menjadikannya sebagai pemain tetap the Gunners setelah mendatangkannya sebagai pinjaman dari Real Madrid bakal lebih terbuka

    SQUAKA | BBC| SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.