Hasil Pertemuan Manajer Liga 1 Legakan PSS Sleman Ikuti Laga Lanjutan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dejan Antonic saat melatih PSS Sleman (Liga Indonesia)

    Dejan Antonic saat melatih PSS Sleman (Liga Indonesia)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Klub Liga 1 PSS Sleman mengaku kian mantap mempersiapkan tim menghadapi laga lanjutan Liga 1 pasca pandemi seusai mengikuti pertemuan manajer dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Jumat 7 Agustus 2020 lalu.

    Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS), perusahaan yang menaungi PSS, Marco Garcia Paulo mengatakan dari hasil pembahasan kelanjutan Extraodinary Competition Liga 1 2020 itu ada sejumlah poin yang melegakan klub, terutama menyangkut besaran subsidi yang akan diterima setiap klub. Antara lain bahwa setiap tim akan mendapatkan kontribusi Rp 4,8 miliar terhitung September 2020 hingga Februari 2021. "Pembayaran dilakukan setiap termin masing-masing Rp 800 juta," kata Marco 9 Agustus 2020.

    Sebelumnya, ujar Marco, klub sendiri sudah mendapatkan subisidi sebesar Rp 1,04 miliar yang terbagi dalam dua tahap, sehingga total masing-masing klub akan mendapatkan Rp 5,8 miliar musim ini. Tambahan subsidi ini menurutnya cukup melegakan klub.

    Dengan hasil pertemuan secara virtual itu, ujar Marco, setidaknya mereka kini sudah memiliki gambaran mengenai skema keuangan nanti saat laga dilanjutkan pasca pandemi. "Memang skenario yang disiapkan PT LIB sudah sesuai dengan salah satu rencana kami," ujarnya.

    Dengan progres ini, PSS Sleman bakal segera menindaklanjutinya dengan membahas secara internal. "Senin (10/8) rencananya kami akan langsung rapat internal bersama direksi dan manajemen. Kami akan susun semua program berdasarkan hasil manager meeting," kata Marco.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.