Barcelona Vs Bayern Munchen, Ferdinand: Lewandowski Layak Dapat Ballon d'Or

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robert Lewandowski dan Lionel Messi. Reuters

    Robert Lewandowski dan Lionel Messi. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontroversi dibatalkannya penghargaan Ballon d'Or musim ini kembali mencuat menjelang laga Barcelona vs Bayern Munchen di ajang Liga Champions Sabtu dini hari nanti. Eks kapten Manchester United, Rio Ferdinand, mengaku sangat kasihan terhadap penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski, yang musim ini menurut dia layak mendapatkan penghargaan tersebut.

    Ferdinand menilai pembatalan penghargaan itu tak adil bagi Lewandowski. Dia menyarankan si pemain untuk memulai petisi untuk memastikan penghargaan Ballon d'Or 2020 jadi digelar.

    "Bila saya Lewandowski dan mereka membatalkan Ballon d'Or, saya akan memulai petisi untuk menggelarnya kembali," kata Ferdinand kepada TEAMtalk seperti yang dilansir Goal pada Jumat (14/8).

    "Selain tahun ketika Luka Modric memenangkannya, Messi dan Ronaldo telah mendominasi penghargaan itu selama 12 tahun terakhir dan Lewandowski telah membawa dirinya ke level selanjutnya musim ini."

    "Saya tidak percaya mereka telah membatalkannya. Ini kejam, itu kata yang bagus untuk menggambarkannya. Lewandowski pantas memenangkan penghargaan itu atas apa yang telah ia lakukan musim ini dan bila ia memimpin Bayern Munchen menjuarai Liga Champions dan mereka masih memutuskan tidak akan memberikannya padanya, itu tidak benar."

    Media France Football sebagai pihak penyelenggara Ballon d'Or bulan lalu mengumumkan bahwa pembatalan penghargaan individual tertua dalam sejarah sepak bola tersebut. Mereka beralasan tidak selesainya kompetisi di berbagai negara membuat kondisi tidak adil untuk melakukan penilaian.

    Ballon d'Or sebelumnya telah dianugerahi setiap tahun sejak pertama kali dilakukan pada 1956 dengan Lionel Messi menjadi pemain dengan raihan bola emas terbanyak yaitu enam gelar dan diikuti rivalnya Cristiano Ronaldo dengan lima kali menerima penghargaan tersebut.

    Lewandowski sendiri oleh banyak pihak dianggap layak meraih penghargaan tersebut setelah tampil luar biasa. Hingga saat ini, pemain berusia 31 tahun itu telah mencetak 53 gol di semua kompetisi musim ini untuk Bayern Munchen.

    Di Liga Jerman, dia keluar sebagai pemain tersubur musim ini. Di Liga Champions, dia juga memuncaki daftar top skor dengan torehan 13 gol dari delapan laga.

    Ferdinand menilai penghargaan tersebut sangat berarti bagi pesepakbola. Pasalnya, berada dalam daftar pemain terbaik di dunia merupakan salah satu impian paling tingi mereka.

    "Penghargaan ini sangat berarti. Anda berbicara dengan Michael Owen dan bertanya kepadanya apa trofi terbaik dalam kariernya dan ia mungkin mengatakan itu adalah Ballon d'Or pada 2001," tambah mantan bek timnas Inggris berusia 41 tahun itu.

    "Berada di daftar itu sebagai pemain terbaik di dunia adalah spesial. Semua pemain ini ingin berada di sana."

    "Itulah para pemain elite dan di generasi ini sekarang ada dua pemain yang telah mendominasi penghargaan tersebut dalam waktu."

    "Itu akan membuat segalanya lebih istimewa bagi Lewandowski untuk mendapatkan namanya di daftar itu dan saya tidak percaya mereka telah membatalkannya."

    Meskipun demikian, Robert Lewandowski masih harus membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari Lionel Messi. Laga Barcelona vs Bayern Munchen yang akan tersaji pada Sabtu dini hari nanti merupakan momen yang tepat untuk membuktikannya.

    Laga tersebut akan menentukan apakah Messi dengan Barcelona atau Lewandowski dengan Bayern Munchen yang lebih baik. Kedua tim sama-sama memiliki sejarah panjang di Liga Champions.

    Laga perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Bayern Munchen akan tersaji pada Sabtu dini hari 15 Agustus 2020 pukul 02.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh SCTV.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.