Ronald Koeman Bakal Gagal di Barcelona? Simak Tren Pelatih Belanda di Catalan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Josep Guardiola dan Ronald Koeman. (sport.es)

    Josep Guardiola dan Ronald Koeman. (sport.es)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ronald Koeman akan menjadi pelatih asal Belanda yang kelima di Barcelona setelah Rinus Michels, Johan Cruyff, Louis van Gaal, dan Frank Rijkaard.

    Baca Juga: Soal Phillippe Coutinho, Barcelona Tunggu Keputusan Ronald Koeman

    Mendiang Rinus Michels, pencetus lahirnya taktik total football di Ajax Amsterdam, pada kesempatan pertama 1971-1975, memberikan satu gelar juara La Liga dan pada kesempatan kedua 1976-1978 adalah satu trofi Copa del Rey atau Piala Raja Spanyol.

    Puncak prestasi pelatih asal Belanda di Barcelona sampai saat masih menjadi milik  almarhum Johan Cruyff, mantan pemain dan muridnya Rinus Miches, pada 1988-1996, yaitu empat gelar juara La Liga, 1 Copa del Rey, 1 Liga Champions, 1 Piala Winners Eropa, 3 Piala Super Spanyol, dan 1 Piala Super Eropa. Salah satu pemain asuhan Cruyff saat itu adalah Ronald Koeman.

    Pada era Louis van Gaal 1997-2000 yang memboyong sebagian besar pemainnya di Ajax Amsterdam sehingga saat itu dikenal sebutan Barcajax di Barcelona, mereka hanya mendapat dua gelar La Liga, 1 Copa del Rey, dan 1 Piala Super Eropa.

    Pada masa Van Gaal ini, mantan pelatih Ajax ini merekrut Ronald Koeman sebagai asisten pelatihnya. Kelak, mereka menjadi bermusuhan setelah Koeman sebagai direktur tenik Ajax dianggap Koeman terlalu mencampuri wewenangnya sebagai pelatih klub legendaris dari Amsterdam, Belanda, itu.

    Era terakhir pelatih Belanda di Barcelona sebelum Koeman, dipegang Frank Rijkaard pada 2003-2008. Rijkaard adalah sahabat Koeman ketika berduet sebagai bek tengah dan gelandang bertahan di tim nasional Belanda.  

    Adalah Rijkaard, yang juga legenda Ajax, yang pertama kali kali memasukkan Lionel Messi ke dalam tim senior Barcelona. Ia membawa Barca satu kali memenangi Liga Champions, 2 La Liga, dan 2 Piala Super Spanyol.

    Bila melihat perjalanan para pelatih asal Belanda itu, Ronald Koeman seperti sudah melewati masa keemasan pembesut dari Oranye dan klan Ajax di klub Catalan.

    Ronald Koeman sebenarnya sedang di ambang kesuksesan di tim nasional Belanda. Ia mengakhiri masa mediokeritas tim Oranye dengan meloloskan mereka putan final Piala Eropa 2020 atau Euro 2020. Ini pertama kali sejak 2014. Tapi, kemudian pandemi virus corona menunda laju sukses Koeman karena Euro 2020 baru digelar 2021.

    Tahun ini Ronald Koeman juga kena serangan jantung tapi bisa diselamatkan dengan cepat di rumah sakit.  

    Koeman akhirnya bersedia menerima tawaran Barcelona ketika tim kesayangannya ini lagi mengalami krisis karena pandemi. Padahal ia sudah harus menghadapi musim baru La Liga 12 September ketika kiper andalan, Marc-Andre ter Stegen, harus absen sampai empat bulan karena cedera.

    Josep Maria Bartomeu yang memilihnya akan mengakhiri masa kekuasaanya sebagai presiden FC Barcelona pada 2021 dan Maret mendatang sudah dilakukan pemilihan bos baru. Pengganti Bartomeu bisa memperlakukan Ronald Koeman seperti Ernesto Valverde dan Quique Setien jika tak bisa segera medongkrak prestasi Barcelona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.